PT TImah Kembangkan Teknologi Ramah Lingkungan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dok TEMPO/Sony Soemarsono

    Dok TEMPO/Sony Soemarsono

    TEMPO.CO, Pangkalpinang - Sekretaris Perusahaan PT Timah Tbk Amin Haris Sugiarto mengatakan perusahaannya mengembangkan teknologi ramah lingkungan dalam meningkatkan produksi timah.

    "Saat ini, kami mengembangkan tambang kecil terintegrasi (TKT), merupakan teknologi yang digunakan dalam pola penambangan di bawah permukaan, guna meminimalkan kerusakan lingkungan," ucapnya, Selasa, 29 Mei 2018.

    Baca juga: Ekspansi Bisnis, PT Timah Segera Bangun Smelter di Nigeria

    Ia berujar, TKT dapat dijadikan solusi sebagai pola penambangan yang cukup ramah lingkungan. Sebab, secara teknis, alat ini terbukti mampu menambang timah aluvial dengan efektif dan efisien, tanpa harus melakukan bukaan lahan yang luas.

    "Alat ini tidak perlu mengupas lahan penambangan secara luas dan hanya memerlukan bukaan area seminimal mungkin dengan produksi timah yang lebih banyak," tuturnya.

    Menurut dia, penambangan ramah lingkungan tidak hanya bisa dilakukan di darat, tapi juga di laut. PT Timah pun sedang menguji coba penambangan timah di laut memakai TKT.

    Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan meminta perusahaan tambang timah seperti PT Timah menerapkan teknologi ramah lingkungan untuk meminimalkan kerusakan lingkungan di daerah itu.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.