Korporasi Tambang Incar 16 Blok Baru yang Akan Dilelang ESDM

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Batu Bara

    Ilustrasi Batu Bara

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah badan usaha tengah bersiap untuk meraup kepemilikan wilayah izin usaha pertambangan yang akan ditawarkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bulan depan. Tercatat ada 10 wilayah yang akan ditawarkan oleh pemerintah daerah. Sebanyak enam wilayah akan dilelang oleh Kementerian ESDM.
     
    Lelang kali ini akan diramaikan oleh perusahaan jasa pertambangan yang menjajal peruntungan di bisnis hulu batubara, PT Samindo Resources Tbk. Samindo sebenarnya sudah berniat andil mengelola blok batubara melalui akuisisi sejak 3-4 tahun lalu. Namun di antara penawaran yang masuk, belum ada usulan yang cocok.
     
    "Manajemen sudah mempertimbangkan rencana partisipasi dalam lelang," ujar Investor Relation Samindo Ahmad Zaki Natsir kepada Tempo, Rabu 23 Mei 2018.
     
     
    Zaki menuturkan, alasan perusahaan merambah sektor baru karena melihat industri batubara yang kembali menggeliat karena penguatan harga sejak setahun belakangan. Bulan ini, Harga Batubara Acuan mencapai US$ 89,53 per ton. Jumlah itu naik jauh jika dibanding Mei 2016 sebesar US$ 61,08 per ton.
     
    Guna menekan risiko, perusahaan akan menggandeng mitra. Perusahaan juga perlu menekan ongkos pengembangan blok yang bertambah lantaran pemerintah mengharuskan penambang menyetor biaya kompensasi data informasi. Besaran setiap blok berbeda-beda.
     
    Emiten batubara pelat merah, PT Bukit Asam Tbk, juga mempersiapkan proposal untuk meraup sejumlah blok batubara. Dalam lelang kali ini, pemerintah menawarkan enam blok emas hitam kepada publik. 
     
    Sekretaris Perusahaan Bukit Asam Suherman mengemukakan ekspansi ditempuh perseroan untuk menambah cadangan batubara. Saat ini, kepemilikan Bukit Asam hanya 10 persen dari total cadangan dan sumber daya batubara domestik. 
     
    Bukit Asam optimistis izin pengelolaan blok bisa diperoleh. Pasalnya, Undang Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara mengatur keistimewaan perolehan wilayah pertambangan bagi badan usaha milik negara dan daerah.
     
    "Kemampuan pendanaan kami terbilang cukup karena sudah berinduk dalam holding pertambangan," tutur Suherman.
     
    Perusahaan negara lainnya, PT Aneka Tambang Tbk juga merencanakan keikutsertaannya. Presiden Direktur Antam Arie Prabowo Ariotedjo menuturkan perusahaan mengincar kepemilikan wilayah pertambangan nikel bekas PT Vale Indonesia Tbk dan satu wilayah pertambangan emas di Silo, Jawa Timur. 
     
    "Ada beberapa WIUPK (wilayah izin usaha pertambangan khusus) yang kami berminat. Kami masih menunggu hasil evaluasi tim terkait potensi di setiap wilayah," katanya.
     
    Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM, Bambang Susigit, menyatakan lelang bakal dibuka langsung untuk 16 blok. "Jadi penawarannya bareng antara kami dengan pemerintah daerah. Tidak bertahap," tutur Bambang. Dia meyakini aksi kali ini bisa membantu mendongkrak investasi sektor pertambangan.
     
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.