Bandara Juanda Bagikan 1.500 Takjil Gratis Selama Ramadan

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas PT Angkasa Pura II membagikan takjil gratis di Terminal 1 Bandara Seokarno Hatta, Tangerang, Banten, (24/7). Sebanyak 5000 paket takjil dibagikan secara gratis kepada seluruh pengguna jasa angkutan udara untuk berbuka puasa.TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    Petugas PT Angkasa Pura II membagikan takjil gratis di Terminal 1 Bandara Seokarno Hatta, Tangerang, Banten, (24/7). Sebanyak 5000 paket takjil dibagikan secara gratis kepada seluruh pengguna jasa angkutan udara untuk berbuka puasa.TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengelola Bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur membagikan sebanyak 1.500 takjil gratis kepada penumpang yang menggunakan jasa angkutan udara selama bulan Ramadan.

    "Umat muslim yang sedang menunaikan ibadah puasa dan melalui Bandara Juanda saat jam berbuka puasa, tidak perlu kesulitan perlu mencari takjil untuk membatalkan puasanya," kata General Manager Bandara Juanda Heru Prasetyo di Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu, 23 Mei 2018.

    Baca juga: Kalahkan Changi, Bandara Juanda Paling On Time Se-ASEAN

    Ia mengemukakan, pembagian takjil gratis merupakan program rutin setiap Ramadan yang diberikan kepada para penumpang yang datang atau berangkat di Bandara Juanda.

    "Selain sebagai upaya memperingati bulan Ramadan, hal ini juga dilaksanakan sebagai bagian dari pelayanan manajemen AP I (PT Angkasa Pura I), khususnya Bandara Internasional Juanda kepada para pengguna jasanya," ujarnya.

    Ia menjelaskan, para calon penumpang di Bandara Juanda dapat dengan mudah menjumpai booth takjil gratis ini di terminal keberangkatan dan kedatangan penumpang.

    "Petugas customer service akan membantu pembagian takjil gratis tersebut sejak pukul 17.00 WIB atau sekitar 30 Menit sebelum waktu berbuka," ucapnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?