Selasa, 11 Desember 2018

Sadar Potensi Investasi Properti, Milenial Favoritkan Lokasi Ini

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Milenial (Pixabay.com)

    Ilustrasi Milenial (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah milenial menjadi investor properti pada 2018 meningkat cukup signifikan.

    Country General Manager Rumah123 Ignatius Untung mengatakan menurut hasil Sentiment Survey 2018 yang dilakukan Rumah123 jumlah investor millennial pada 2018 meningkat cukup signifikan sebesar 516,2%.

    “Pada 2018 millennial yang menjadi investor sebesar 27,29% dibandingkan pada 2017 hanya mencapai 4,43%,” ujar Untung dikutip Minggu 20 Mei 2018.

    Simak:  Generasi Milenial Investasi Saham Mulai Rp 100 Ribu, Ini Caranya

    Meningkatnya angka millennial investor diakibatkan adanya perubahan definisi investor bagi millennial itu sendiri.

    Untung mengatakan meski baru membeli properti untuk kali pertama, milenial sudah menggolongkan dirinya sebagai investor, bukan lagi first home buyer.

    “Responden milenial sudah cukup sadar bahwa properti memiliki return yang bagus. Jadi, meski bukan hunian idamannya, saat mampu membeli sebuah properti, maka mereka akan berpikir itu sebagai bentuk investasi,” ujar Untung.

    Menurut hasil survei, sebanyak 60,32% milenial di rentang usia 22-28 tahun mencari hunian sebagai bentuk investasinya. Sementara 39, 68% lainnya belum berencana sedikitpun.

    Meningkat cukup banyak, setidaknya ada 75% milenial di rentang usia 29-35 yang mulai mencari hunian investasi.  

    Selain itu, dalam survei juga diungkapkan, bahwa lokasi Depok dan Bekasi relatif menarik untuk milenial sebagai lokasi investasi dibandingkan dengan Bogor. Walaupun demikian DKI Jakarta dan Tangerang masih menjadi lokasi favorite pilihan millennial sebagai lokasi hunian untuk berinvestasi.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.