Pengamat: Buruknya Transportasi Umum Jadi Alasan Mudik Naik Motor

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik sepeda motor melintasi kawasan Pertigaan Jomin di Cikampek, Jawa Barat, 1 Juli 2017. Sepeda motor mulai memadati Jalan Pantura menuju Jakarta pada H+6 lebaran dan diperkirakan puncak arus balik terjadi pada Sabtu. ANTARA/Wahyu Putro A

    Pemudik sepeda motor melintasi kawasan Pertigaan Jomin di Cikampek, Jawa Barat, 1 Juli 2017. Sepeda motor mulai memadati Jalan Pantura menuju Jakarta pada H+6 lebaran dan diperkirakan puncak arus balik terjadi pada Sabtu. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata, Djoko Setijowarno, menyebutkan kondisi transportasi daerah yang memprihatinkan membuat masih tingginya angka pengguna sepeda motor saat mudik Lebaran 2018.

    "Di sisi lain, pemerintah menghendaki pemudik menggunakan angkutan umum, tapi keberadaannya di daerah kian memburuk," tutur dia dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Ahad, 20 Mei 2018.

    Pada masa mudik nanti, pemerintah menyediakan 39.446 unit mudik gratis sepeda motor menggunakan truk, kereta api, serta kapal laut. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sekitar 106 persen dibanding tahun lalu, yaitu 19.148 unit.

    Simak: Berisiko Kecelakaan, Menhub Imbau Tak Mudik Naik Motor

    Meski begitu, Djoko menilai program tersebut hanya akan mengurangi sedikit pengguna sepeda motor. Masalahnya, pada tahun ini diprediksi 6,39 juta orang akan mudik menggunakan sepeda motor.

    "Dari kuota mudik gratis sepeda motor hanya dapat mengakomodasi 0,0061 persen. Jauh dari angka 1 persen," tutur Djoko.

    Selain itu, kata dia, permasalahan selanjutnya adalah tidak tersedianya angkutan umum yang memadai di daerah tujuan. Sehingga masyarakat lebih memilih sepeda motor untuk bepergian. Dampaknya dapat dilihat pada angka kecelakaan secara nasional, di mana 70 persen di antaranya adalah sepeda motor.

    "Realitanya, angkutan perdesaan di Jawa sudah punah. Pemerintah daerah tidak peduli karena sepeda motor dianggap sebagai pengganti angkutan umum," ucap dia.

    Djoko mengatakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 serta Rencana Strategi (Renstra) Perhubungan tahun 2015-2019, yang berisi janji pemerintah ihwal pengadaan angkutan umum di 34 kota se-Indonesia, belum berjalan dengan baik. Menurut dia, belum ada daerah lain yang transportasinya memadai layaknya Jakarta.

    Untuk itu, Djoko menyarankan agar pemerintah segera membangun sistem transportasi umum yang memadai di seluruh daerah, sesuai dengan RPJMN 2015-2019.

    "Selama transportasi umum di daerah masih buruk, sulit rasanya pemerintah mengendalikan sepeda motor untuk digunakan mudik," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.