BPOM Temukan Ikan Teri Nasi Mengandung Formalin

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penjual makanan takjil menyaksikan petugas BPOM menguji sampel makanan saat sidak takjil di Pasar Bendungan Hilir, Jakarta, 10 Juni 2016. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Penjual makanan takjil menyaksikan petugas BPOM menguji sampel makanan saat sidak takjil di Pasar Bendungan Hilir, Jakarta, 10 Juni 2016. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Jawa Tengah bersama Dinas Perdagangan Kota Surakarta kemarin menemukan makanan berformalin saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Nongko, Solo. "Kami segera melakukan koordinasi dengan dinas terkait, yakni Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kota Surakarta, untuk menindaklanjuti temuan makanan berformalin itu," kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Subagiyo, Jumat, 18 Mei 2018.

    Subagiyo menjelaskan, temuan itu berasal dari sepuluh sampel yang sudah diuji oleh petugas laboratorium BPOM. Makanan yang ditemukan positif mengandung formalin adalah ikan teri nasi.

    Baca: BPOM Temukan 1.469 Kemasan Pangan Tanpa Izin Edar di Ambon

    Sebelumnya, tim BPOM bersama Dinas Perdagangan Surakarta melakukan sidak di Pasar Tradisional Nongko dan mengambil beberapa sampel untuk dicek di laboratorium soal kelayakan makanan yang dijual di pasar itu.

    Menurut Subagiyo, Dinas Perdagangan tidak memiliki wewenang melakukan penyitaan makanan berformalin. Meski begitu, pihaknya mengimbau para pedagang menjual makanan yang layak konsumsi.

    Selain itu, Dinas Perdagangan berharap masyarakat lebih waspada dalam memilih makanan yang sehat untuk dikonsumsi. "Kami berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Satgas Pangan, Tim Pengendali Inflasi Daerah. TPID setempat mengawasi kelayakan, ketersediaan, dan harga komoditas pangan di pasar-pasar menjelang Lebaran," tutur Subagiyo.

    Petugas Laboratorium Pangan dan Bahan Berbahaya BPOM Jawa Tengah, Tri Nobitarini, menyebutkan pihaknya telah mengambil 50 sampel makanan di Pasar Nongko, Solo. Dari 50 itu, sepuluh di antaranya sudah diuji.

    Menurut Tri Nobitarini, dari sepuluh sampel tersebut, pihaknya menemukan makanan ikan teri nasi mengandung formalin. Ikan teri nasi itu dipastikan mengandung formalin karena ketika dimasukkan ke dalam tabung berisi cairan kimia cairannya berubah menjadi ungu.

    Sedangkan terhadap sampel lain, seperti kerupuk yang diketahui mengandung bahan pewarna, BPOM mengimbau masyarakat untuk tak membelinya. Terlebih makanan yang warnanya sangat mencolok.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.