Rabu, 17 Oktober 2018

Ini Prediksi Pemerintah Terhadap Nilai Tukar Rupiah pada 2019

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Utang Luar Negeri dalam Valas perusahaan yang memiliki sumber pendapatan dalam Rupiah akan menghadapi risiko nilai tukar.

    Utang Luar Negeri dalam Valas perusahaan yang memiliki sumber pendapatan dalam Rupiah akan menghadapi risiko nilai tukar.

    TEMPO.CO, Jakarta- Pemerintah memprediksi nilai tukar rupiah pada 2019 akan berada pada kisaran Rp 13.700-Rp 14.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan kebijakan perekonomian pemerintah AS yang mempengaruhi pergerakan arus modal secara global menjadi pertimbangan dalam penetapan itu.

    "Pemerintah menyadari kalau arah normalisasi kebijakan moneterdi AS mendorong kenaikan suku bunga oleh The Fed. Sehingga pada 2019 masih banyak faktor yang menjadi tantangan dalam menjaga stabilitas fluktusasi rupiah," tutur dia dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat di Kompleks Parlemen, Jumat, 18 Mei 2018.

    Baca: Dibuka Menguat, Rupiah Berbalik Melemah ke Level 14.100

    Seperti diketahui, akhir-akhir ini nilai tukar rupiah terhadap dollar AS terus melemah. Bahkan, batas psikologis di Rp 14.000 per dolar AS pun telah ditembus. Hari ini saja, pada pukul 09.07 WIB, rupiah kembali bergerak melemah 55 poin atau 0,39 persen ke Rp 14.113 per dolar AS, dan bergerak di kisaran Rp 14.053-Rp 14.113 per dolar As.

    Meski begitu, Sri masih menganggap pergerakan nilai tukar rupiah saat ini masih dalam rentang yang memadai. Menurut dia, pergerakan itu tidak sealu berdampak negatif terhadap perekonomian Indonesia. Malah, dalam sektor tertentu, pergerakan rupiah dapat membawa dampak positif.

    "Depresiasi nilai tukar pada batas tertentu dapat berdampak positifbagi perbaikan daya saing produk ekspor," ujar Sri. "Pergerakan itu uga bisa mengendalikan impor yang pada gilirannya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional."

    Selain itu, menurut Sri, hingga tahun 2019 situasi perekonomian Indonesia masih akan dipengaruhi oleh pergerakan kenaikan suku bunga Surat Perbendaharaan Negara atau SPN 3 bulan. Pemerintah pun memperkirakan rata-rata suku bunga SPN 3 bulan di kisaran 4,6-5,2 persen.

    Untuk itu Sri Mulyani mengatakan pemerintah akan senantiasa mendorong pengembangan industri manufaktur dan jasa, termasuk pariwisata, untuk memanfaatkan depresiasi tersebut. Juga, lanjut Sri, pemerintah bersama Bi akan terus mengelola stabilitas ekonomi dan pergerakan nilai tukar agar tidak terjadi volatilitas yang merusak iklim usaha dan aktifitas ekonomi.

    "Meskipun demikian, dengan didukung oleh kinerja perekonomian nasional, terjaganya laju inflasi dan nilai tukar rupiah, maka tekanan yang datang dari ketidakpastian nilai global diharapkan dapat diminimalisir," kata Sri Mulyani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.