5.000 Ton Beras di Teluk Bintan Gagal Diselundupkan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi beras

    ilustrasi beras

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima Komando Armada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono melaksanakan inspeksi dan peninjauan ke kapal MV Alkar Trust dan MV Kar Trust yang berusaha menyelundupkan 5.000 ton beras di perairan Teluk Sebong Bintan. Dua kapal kargo asing itu ditangkap oleh tim gabungan Western Fleet Quick Response Lantamal IV Tanjung Pinang serta Lanal Batam, Selasa, 8 Mei 2018.

    Yudo Margono mengatakan nakhoda MV Alkar Trust melayarkan kapal tidak sesuai dengan rute pelayaran berdasarkan port clearance, dan selama pelayaran dari Madagascar, kapal itu mematikan AIS.

    Baca: Kemendag Akui Akan Impor Beras Lagi 500 Ribu Ton

    "Selain itu, kedua kapal melakukan kegiatan ship to ship tanpa izin syahbandar dalam kegiatan transfer muatan di tengah laut, bukan di pelabuhan resmi. Ketiga pelanggaran itu merupakan tindak pidana pelayaran," ujar Yudo dalam keterangan tertulis, Kamis, 17 Mei 2018.

    Selanjutnya, Yudo mengatakan, hasil pemeriksaan urine menunjukkan anak buah kapal (ABK) negatif narkoba. Sedangkan hasil pengecekan terhadap muatan beras tidak ditemukan adanya organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) sehingga aman dikonsumsi.

    Yudo mengatakan kedua kapal masuk ke Indonesia tanpa ada Penunjukan Keagenan Kapal Asing (PKKA) serta melaksanakan lego jangkar di luar lay out lego jangkar yang ada, di mana titik koordinat lego atas perintah dari pihak perusahaan. 

    Selain itu, kapal sempat melaksanakan fumigasi tanpa izin dari pihak karantina. Yudo berujar, kuat dugaan ada campur tangan oknum dari instansi tertentu yang mengizinkan kedua kapal tersebut untuk melaksanakan kegiatan ship to ship.

    Pelanggaran terakhir pemilik kapal yang membawa beras itu, kata Yudo, adalah melakukan tindak pidana keimigrasian. Dia mengatakan kedua kapal kini lego jangkar di perairan Tanjung Sengkuang, di bawah pengawasan dan penjagaan Lanal Batam dalam rangka penyelidikan lebih lanjut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.