Kamis, 24 Mei 2018

Pemerintah Impor Beras 500 Ribu Ton, Bulog Mengaku Belum Ditugasi

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Inspektur Jenderal (Irjen) Perdagangan Kementrian Perdagngan (Kemendag) Srie Agustina, saat meninjau Gudang Bulog Divisi Regional (Divre) Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Menurut Srie persediaan beras aman hingga usai lebaran nanti. Parliza Hendrawan

    Inspektur Jenderal (Irjen) Perdagangan Kementrian Perdagngan (Kemendag) Srie Agustina, saat meninjau Gudang Bulog Divisi Regional (Divre) Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Menurut Srie persediaan beras aman hingga usai lebaran nanti. Parliza Hendrawan

    TEMPO.CO, Jakarta – Perusahaan Umum Badan Usaha Logistik (Perum Bulog) menegaskan belum ada penugasan sesi kedua untuk melakukan impor beras dalam waktu dekat. Direktur Pengadaan Perum Bulog Andrianto Wahyu Adi mengatakan perihal importasi beras sesi kedua lebih baik ditanyakan kepada Menteri Perdagangan. Alasannya, Bulog hanya menunggu penugasan.

    Dia mengakui, sejauh ini belum ada penugasan untuk melakukan impor beras. "Tanya saja sama menteri, yang berikan penugasan kan menteri. Saya tunggu penugasan aja," katanya pada Kamis, 17 Mei 2018.

    Baca: KPPU Prediksi Harga Beras Turun Menjelang Puasa

    Andrianto mengatakan, sejauh ini, pihaknya belum mengantungi izin impor beras seperti kabar yang beredar. Karena itu, menurutnya akan lebih baik perihal importasi ditanyakan langsung kepada pemerintah. "Saya baru beli (beras) yang 500 ribu ton pada sesi I," ujarnya.

    Andianto juga menjelaskan, untuk importasi daging kerbau beku sudah masuk perairan Indonesia 10 ribu ton. Stok di gudang Bulog masih tersedia 4.100 ton. "Itu sebagian sudah ada yang pesan. Di gudang masih 4.100-an ton. Kadang-kadang belum sampai gudang, baru sampai pelabuhan sudah ada yang beli. Total masuk sudah sekitar 14 ribu ton, termasuk yang di gudang," ucapnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Ganjil Genap Diperluas, Uji Coba Dilakukan Juli 2018

    Perluasan aturan ganjil genap di Jakarta akan dimulai Juli 2018. Ini berlaku selama pelaksanaan Asian Games dan mungkin akan dipertahankan.