Rabu, 17 Oktober 2018

Teror Bom Surabaya, Daop 2 Bandung Perketat Pemeriksaan Penumpang

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemeriksaan tiket kereta api Eksekutif Bangunkarta jurusan Pasar Senen-Jombang di stasiun Jatinegara, Jakarta, Kamis (25/2). Razia dilakukan untuk mengantisipasi banyaknya penumpang yang tidak mempunyai tiket. Tempo/Eko Siswono Toyudho

    Pemeriksaan tiket kereta api Eksekutif Bangunkarta jurusan Pasar Senen-Jombang di stasiun Jatinegara, Jakarta, Kamis (25/2). Razia dilakukan untuk mengantisipasi banyaknya penumpang yang tidak mempunyai tiket. Tempo/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Bandung -Pascateror bom Surabaya, Perseroan Terbatas Kereta Api Indonesia (PT KAI) Daerah Operasional 2 Bandung memperketat pemeriksaan terhadap calon penumpang guna mengantisipasi adanya gangguan keamanan, khususnya aksi teroris.

    "PT KAI memperketat pengamanan. Sebelumnya, juga sudah diterapkan pemeriksaan. Namun, kali ini PT KAI lebih memperketat," kata Manajer Humas PT KAI Daop 2 Bandung Joni Martinus ketika dihubungi Antara di Bandung, Kamis, 17 Mei 2018.

    Baca: Tanya Boleh Bawa Bom ke Pesawat, Penumpang Lion Air Diamankan

    Pascateror di Surabaya dan Sidoarjo, Daop 2 langsung memberikan pembinaan kepada jajaran pengamanan terkait dengan deteksi dan cegah dini terhadap ancaman bom. Sebelum masuk area stasiun, kata Joni, para calon penumpang diperiksa seluruh barang bawaannya secara manual maupun dengan metal detector.

    Tidak hanya itu, pengamanan 24 jam pun akan dilaksanakan di semua area kerja dan direncanakan akan segera menggunakan inspection mirror untuk memeriksa semua mobil yang memasuki area parkir. "Petugas di sini semua siaga dan waspada untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diharapkan," kata Joni.

    Baca berita lainnya tentang bom Surabaya di Tempo.co

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.