Senin, 24 September 2018

Bisnis Pariwisata Jawa Timur Belum Terdampak Teror Bom Surabaya

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan menaiki perahu wisata saat berlibur di Taman Hiburan Pantai Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur, 26 Juni 2017. Kawasan tersebut ramai dikunjungi wisatawan untuk menikmati libur Lebaran. ANTARA FOTO

    Wisatawan menaiki perahu wisata saat berlibur di Taman Hiburan Pantai Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur, 26 Juni 2017. Kawasan tersebut ramai dikunjungi wisatawan untuk menikmati libur Lebaran. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Teror bom Surabaya dan Sidoarjo yang terjadi beberapa waktu lalu belum berdampak pada penurunan jumlah wisatawan ke Jawa Timur.

    Ketua Badan Promosi Pariwisata Jawa Timur (Jatim) Dwi Cahyono mengatakan sampai saat ini belum ada informasi dari pelaku industri wisata di provinsi tersebut terkait pembatalan dari wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara. “Bahkan, travel warning dari beberapa negara pun belum berdampak saat ini,” ujarnya pada Rabu, 16 Maret 2018.

    Baca juga: Bom Surabaya, Perusahaan Perjalanan Wisata di NTT Ketar-ketir

    Wisatawan domestik yang telah memesan tiket kereta api maupun pesawat juga disebut tetap melanjutkan kunjungan. Aktivitas di hotel juga diklaim masih normal meski wisatawan diakui agak menahan diri dalam hal pemesanan kamar. “Pada waktu aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya, Gubernur Jatim bahkan ada acara di Hotel Marriot dengan pelaku industri wisata,” ucap Dwi.

    Namun, kegiatan pariwisata pada masa Ramadan diperkirakan akan sepi karena biasanya menjadi periode low season bagi industri pariwisata. Yang jelas, lanjutnya, aparat keamanan mesti segera menyelesaikan aksi terorisme yang terjadi. Jika penanganannya berlarut-larut dan terus menjadi perhatian media, maka hal itu diyakini bakal berdampak terhadap industri pariwisata.

    Baca juga: Travel Advisory Pasca Bom Surabaya, Ini Kata Menteri Pariwisata

    Opini serta hoax di media sosial yang berisi pesan mencekam sehingga membuat wisatawan takut datang ke Jatim serta Indonesia secara keseluruhan pun mesti cepat diatasi. Dwi berharap penanganan terhadap masalah terorisme seperti aksi teror bom Surabaya dan Sidoarjo dan hoax di media sosial tidak setengah-setengah. Dia optimistis hal itu bisa ditangani aparat keamanan karena revisi UU Anti Terorisme akan segera diterbitkan.

    “Saya optimistis industri pariwisata punya daya resistensi terhadap aksi-aksi terorisme, ini karena masyarakat, yakni wisatawan, sudah semakin dewasa dalam menyikapi kasus-kasus tersebut,” tuturnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kampanye Imunisasi MR Fase 2 Luar Jawa Masih di Bawah Target

    Pelaksanaan kampanye imunisasi MR fase 2 menargetkan hampir 32 juta anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di 28 provinsi di luar Pulau Jawa. Hingga 10 Sep