Rabu, 17 Oktober 2018

Marak Teror Bom, Aset Pertamina Dijaga Ketat

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kampung Mulia mengenakan kebaya untuk melayani konsumen pada peringatan Hari Kartini 2018 di Banda Aceh, Aceh, 21 April 2018. ANTARA

    Petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kampung Mulia mengenakan kebaya untuk melayani konsumen pada peringatan Hari Kartini 2018 di Banda Aceh, Aceh, 21 April 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina (Persero) berencana menambah pengamanan di sejumlah obyek vital milik perusahaan pelat merah ini. Hal itu dilakukan menyusul maraknya teror bom beberapa hari terakhir.

    Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur Pertamina, Gandhi Sriwidodo, mengatakan pihaknya bekerja sama dengan kepolisian untuk meningkatkan pengamanan di sejumlah objek vital Pertamina “Kami sudah menginstruksikan ke seluruh pimpinan Pertamina di daerah untuk kerja sama dengan aparat setempat guna meningkatkan pengamanan di lokasi-lokasi, baik itu kantor Pertamina, terminal BBM, maupun lembaga penyalur BBM," kata Gandhi di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta Pusat pada Rabu 16 Mei 2018. 

    Gandhi mengatakan pihaknya harus waspada dalam menjaga aset Pertamina tersebut. Sebab, jika jatuh ke tangan teroris hal itu akan menimbulkan dampak yang sangat berbahaya bagi masyarakat. "Di samping juga akan menimbulkan kerugian buat masyarakat sekitarnya," ujarnya.

    Objek vital seperti sumur migas berpotensi menjadi target teroris. Di Suriah, teroris menguasai objek vital seperti sumur migas untuk mendapatkan sumber pendanaan.

    Sebelumnya Kepala Kepolisian Resort Tuban Ajun Komisaris Besar Polisi Nanang Haryono mengatakan polisi akan memperketat penjagaan di sejumlah obyek minyak dan gas di wilayahnya. Di Tuban, terdapat areal tambang Trans Pacifik Petrochemical Indotama (TPPI) dan juga Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Awar-awar juga di Kecamatan Jenu. Selain itu juga pipa bawah laut di Desa Karangagung Kecamatan Palang, milik Exxon Mobil Cepu Limited di daerah tersebut. Kemudian juga likasi kilang minyak di Kecamatan Soko yang dikelola  Joint Operating Body Pertamina-Petro China East Java. ”Itu prioritas,” ujarnya pada Tempo, Senin, 14 Mei 2018.

    Nanang Haryono menyebutkan, bahwa sekarang ini status Jawa Timur semuanya Siaga Satu. Sehingga semua anggota dituntut untuk aktif dan siaga di lapangan. Makanya dari 20 Kepolisian Sektor di seluruh Tuban, aktif melakukan pengamanan. Tak hanya di kawasan obyek vital, tetapi juga di wilayah kecamatan serta di kawasan perbatasan. Yaitu antara Kabupaten Tuban-Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Juga Kabupaten Tuban-Kabupaten Lamongan-Bojonegoro. ‘Seluruh anggota kami aktif,” katanya.

    Hal yang sama juga dilakukan oleh Kepolisian Resor Bojonegoro, Jawa Timur. Di sana terdapat kawasan tambang minyak dan gas di antaranya di areal Blok Cepu, tepatnya di lapangan Banyuurip, Desa Mojodelik Kecamatan Gayam yang dikelola Exxon Mobil Cepu Limited, dan juga, proyek Gas Jambaran Tiung Biru yang dikelola Pertamina EP Cepu (PEPC) di Desa Bandungrejo Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, serta proyek minyak di Lapangan Sukowati, Kota Bojonegoro yang dikelola JOB-Pertamina Petro China East Java.  

    ZARA AMELIA I KOKO SUJATMIKO 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.