Senin, 21 Mei 2018

PLN Salurkan Listrik di 24 Desa Riau, Biayanya Rp 45 Miliar

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PLN Teken 11 Proyek Energi Bersih

    PLN Teken 11 Proyek Energi Bersih

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyalurkan listrik ke 24 desa di Provinsi Riau. Sekretaris Daerah Provinsi Riau Ahmad Hijazi mengatakan, penyaluran listrik 24 jam itu terwujud setelah PLN membangun infrastruktur listrik yang memakan biaya Rp 45 miliar.

    "Kondisi listrik di desa-desa tersebut sebelumnya hanya menyala 12 jam saja, itupun dikelola secara mandiri oleh warga," kata Ahmad seperti tertulis dalam keterangan resminya, Selasa, 15 Mei 2018.

    Baca: Konsumsi Listrik Bekasi Bakal Naik 30 Persen Selama Ramadan

    Ahmad memaparkan, warga membayar biaya listrik selama 12 jam rata-rata Rp 750 ribu per bulan. Sementara dengan aliran listrik 24 jam dari PLN ini, beban anggaran warga berkurang menjadi rata-rata Rp 250 ribu per bulan. "Dengan jam nyala dua kali lipatnya, biayanya lebih murah,” ujar Ahmad.

    General Manager PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau Irwansyah menyatakan, hingga Mei 2018 PLN telah melistriki 1.672 dari 1.835 desa di Provinsi Riau. Angka itu sudah termasuk 24 desa baru tersebut.

    Irwansyah menyebut ada banyak tantangan untuk melistriki desa di Riau, misalnya di Indragiri Hilir dan Kepulauan Meranti.

    Irwansyah mengakui banyak tantangan yang dihadapi PLN dalam upayanya melistrik desa-desa di Riau, seperti yang terjadi di Indragiri Hilir dan Kepulauan Meranti. Salah satu penyebabnya karena masalah infrastruktur, seperti akses jalan. “Hampir semua sisa desa yang belum berlistrik terkendala pada pengiriman peralatan listrik karena harus melalui sungai dan anak-anak sungai,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Abdurrahman dan Abu Bakar Baasyir di Jaringan ISIS Indonesia

    Kelompok pendukung ISIS di Indonesia menjadikan Aman Abdurrahman sebagai pemimpin dan Abu Bakar Baasyir sebagai penasihat.