Minggu, 21 Oktober 2018

Rupiah Pagi Ini Melemah ke Rp 14.065

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Uang dolar/Rupiah/Penukaran uang. TEMPO/Imam Sukamto

    Ilustrasi Uang dolar/Rupiah/Penukaran uang. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi, 16 Mei 2018, bergerak melemah 35 poin menjadi Rp 14.065 dibanding posisi sebelumnya, Rp 14.030 per dolar Amerika Serikat.

    Mengutip dari Bisnis.com, pada pukul 08.23 WIB, spot dibuka melemah 33 poin atau 0,24 persen di 14.070 per dolar Amerika. Nilai tukar rupiah terpantau masih berada di posisi Rp 14.070 per dolar Amerika saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 0,98 persen di level 5.780,88 pada pukul 08.55 WIB hari ini.

    Baca: Teror Bom Surabaya Tak Terlalu Pengaruhi Rupiah

    Sebelumnya diberitakan Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo memastikan teror bom di Surabaya tak banyak berdampak pada fluktuasi nilai tukar rupiah. Meskipun demikian, Agus mengatakan, kondisi domestik menjadi sentimen penting yang akan selalu dipantau oleh investor. “Serangan bom kemarin memberikan sedikit pengaruh ke nilai tukar,” ujarnya, di Jakarta, Selasa, 15 Mei 2018.

    Agus melanjutkan, pengaruh kecil itu pun diprediksi hanya bersifat sementara. Terlebih, kondisi fundamental perekonomian Indonesia masih dalam kondisi terjaga baik. Dia pun mengimbau masyarakat tidak panik dan khawatir berlebihan menyikapi fluktuasi yang terjadi.

    Bank Indonesia menegaskan komitmennya tetap berada di pasar menjaga stabilitas rupiah. “Kalau sekarang dolar sudah menyentuh 14 ribu, itu sebenarnya persentasenya kecil. Kalau dilihat, negara lain ada yang lebih buruk dari kita,” ucapnya.

    GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.