Jumat, 22 Juni 2018

Menko Darmin Sebut Kenaikan Impor Dampak Realisasi Pembangunan Infrastruktur

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto aerial pembangunan infrastruktur jembatan Wear Arafura di Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku, 29 April 2018. Jembatan sepanjang 323 meter tersebut menghubungkan Pulau Yamdena dengan Pulau Larat. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Foto aerial pembangunan infrastruktur jembatan Wear Arafura di Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku, 29 April 2018. Jembatan sepanjang 323 meter tersebut menghubungkan Pulau Yamdena dengan Pulau Larat. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebut naiknya nilai impor merupakan efek dari meningkatnya realisasi pembangunan infrastruktur.

    "Itu pasti membutuhkan barang modal dan barang baku. Karena pembangunan infrastruktur realisasinya makin banyak, mau tidak mau impor naik karena banyak sekali yang tidak dihasilkan dalam negeri," tutur dia di Kantor Kemenko Perekonomian, Selasa, 15 Mei 2018.

    Baca: BPS: Nilai Impor April 2018 Naik 11,28 Persen

    Seperti diketahui sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis kenaikan tajam nilai impor pada April 2018 mencapai US$16,09 miliar atau naik sebesar 11,28 persen dibandingkan Maret 2018. BPS juga menyebut impor barang baku pada Januari-April 2018 sebesar 74,58 persen, barang modal 16,34 persen, serta barang konsumsi 9,08 persen.

    Meski impor meningkat, kata Darmin, dari segi perkembangan ekonomi tetap menimbulkan tren yang positif. Soalnya, peningkatan realisasi pembangunan infrastruktur berdampak juga pada peningkatan investasi dari swasta.

    "Sehingga pertumbuhan pembentukan modal domestik bruto lebih tinggi. Ditambah juga dengan investasi swasta pada proyek-proyek infrastruktur," kata Darmin.

    Darmin menyebut meski kenaikan nilai impor menimbulkan tren positif, pemerintah harus tetap berupaya untuk meningkatkan ekspor, bukan malah menekan impor.

    Hal itu perlu dilakukan lantaran jika kenaikan impor dibiarkan tetap berlanjut, menurut Darmin, dampaknya tidak akan baik terhadap neraca pembayaran."Kalau impornya yang ditekan sama saja memukul pertumbuhan berikutnya. Ekspor harus didorong lagi," ujar dia.

    Selain impor, dalam rilisnya, BPS mencatat nilai ekspor April 2018, sebesar US$ 14,47 miliar. Angka ini turun sebesar 7,18 persen dibandingkan periode Maret 2018 yang mencapai US$ 15,59 miliar. Namun, angka ini tumbuh 9,01 persen secara tahunan (yoy). 


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Hadiah Juara Piala Dunia Terus Melonjak

    Sejak digelar pada 1982, hadiah uang tunai untuk tim pemenang Piala Dunia terus meningkat. Berikut jumlah duit yang diterima para jawara global ini.