Kamis, 16 Agustus 2018

Genjot Bisnis Properti, Ini Strategi Pembangunan Jaya Ancol

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Direktur PT Pembangunan Jaya Ancol C. Paul Tehusijarana. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    Presiden Direktur PT Pembangunan Jaya Ancol C. Paul Tehusijarana. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Tangerang - PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. berambisi meningkatkan pertumbuhan bisnis properti yang sempat melemah pada 2017 lalu. Sejumlah bisnis properti yang dimiliki perseroan selama ini dikembangkan dengan sistem kerja sama operasional atau KSO.

    Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. C. Paul Tehusijarana mengatakan saat ini Pembangunan Jaya Ancol memiliki sejumlah bisnis properti di Marina Coast Royal Residences, Puri Jimbaran, Puri Nusadua, Cordova Office Tower, D’Cove, Apartemen Northland, Jaya Ancol Seafront. Adapun yang terbaru berada di depan Ancol yaitu Kanto Ocean Bay, yang tak hanya menyediakan hunian, kantor tetapi juga apartemen.

    Baca: Manjakan Tamu Asing, Pemerintah Resmikan Imigrasi Marina Ancol

    Paul menjelaskan, penghasilan secara revenue konsolidasi menurun dibandingkan 2016. "Rekreasi dan resor yang naik 5,1 persen, tetapi karena ekonomi yang kemarin agak turun maka pemasukan dari bisnis properti juga menurun 53,1 persen,” kata Paul di Putri Duyung Resort, Ancol, Senin, 14 Mei 2018.

     

    Untuk mendongkrak bisnis properti, Ancol juga serius melakukan revitalisasi sejumlah bangunan dan fasilitas eksisting. Contohnya, Pulau Bidadari yang telah dikelola oleh Ancol sudah mulai direnovasi sejak 2017 dan kini dalam kondisi yang bagus. Selain itu, Paul menyebutkan bahwa Ancol akan merambah bisnis food and beverages guna menjawab kebutuhan para wisatawan.

    Pada tahun 2017, kata Paul, perusahaan mulai memasuki bisnis FnB dengan nama Sky Box, kuliner bisnis revenue baru untuk Ancol. "Dan ke depannya kami coba event juga. Kita ingin Ancol menjadi tempat event yang besar,” tuturnya.

    Paul mengklaim bahwa laba bersih Pembangunan Jaya Ancol mengalami kenaikan karena ada efisiensi. Di samping itu pula, ada aset menurun 0,54 persen dan liabilitas turun 9,41 persen, dan ekuitas naik 8,88 persen. Adapun, fokus perusahaan itu saat ini adalah mewujudkan sejumlah arahan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

    Sejumlah arahan Pemprov DKI Jakarta itu di antaranya adalah perusahaan akan fokus mengoptimalkan Ancol Service Quality. Hal ini dilakukan karena meski sistem peningkatan kapasitas karyawan Pembangunan Jaya Ancol ini telah dilakukan, tetapi belum secara sempurna.

    Selain itu, untuk sektor properti, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. akan mengembangkan bisnis KSO dengan Crown Group. “Selain itu, kita juga akan mengoptimalisasi rekreasi dengan menambah wahana, menambah fasilitas event, dan konservasi. Selain itu, dari sisi infrastruktur, kereta Kato-kato ini akan kami perpanjang sampai Dufan. Ada pula Jalan Baru Carnaval, Pintu Gerbang Carnaval yang akan kami perbaiki,” kataPaul.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kabinet Kerja Jokowi, 6 Menteri Nyaleg, 1 Mundur

    Asman Abnur dari PAN dan enam menteri Kabinet Kerja Jokowi mendaftarkan diri sebagai calon anggota legislatif sejak KPU membuka pendaftaran.