Kamis, 16 Agustus 2018

Ada Bom Surabaya, Sri Mulyani: Pertemuan IMF-WB Jalan Terus

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dan Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah memberikan keterangan pers seusai pertemuan forum KSSK triwulan I-2018 di Kompleks Perkantoran BI, Jakarta, 30 April 2018.  Komite Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) ini diketuai oleh Sri Mulyani. TEMPO/Tony Hartawan

    Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dan Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah memberikan keterangan pers seusai pertemuan forum KSSK triwulan I-2018 di Kompleks Perkantoran BI, Jakarta, 30 April 2018. Komite Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) ini diketuai oleh Sri Mulyani. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengatakan, persiapan Pertemuan Tahunan IMF-WB yang berlangsung pada Oktober 2018 akan terus dilakukan meski adanya aksi teror bom Surabaya. "Ini kan terus berjalan, artinya persiapan tetap dilakukan," kata dia, di Jakarta, Senin, 14 Mei 2018.

    Dia menjelaskan, saat ini koordinasi terkait keamanan telah dilakukan antara pemerintah dengan TNI maupun Polri agar pertemuan yang berlangsung di Bali ini tidak mengalami gangguan aksi maupun serangan teror.

    Ia juga akan terus berkoordinasi dengan panitia penyelenggara di Amerika Serikat agar pertemuan yang menurut rencana dihadiri sebanyak 15.000 peserta dari berbagai negara ini bisa berjalan secara baik. "Serangan teroris terjadi di berbagai negara juga, mereka pasti akan melakukan evaluasi karakter serangan seperti apa, bagaimana bentuk ancamannya dan bagaimana mitigasinya," ujarnya.

    Terkait aksi teror di Surabaya, dia mengharapkan penanganan yang sudah dilakukan aparat keamanan bisa memberikan kepercayaan kepada investor bahwa Indonesia saat ini dalam keadaan aman.

    Baca: Bom Surabaya, Polisi: Laporkan Akun Twitter Pendukung Terorisme

    "Saat kondisi perekonomian global sedang bergejolak, tentu kita tidak ingin menambah persepsi bahwa Indonesia tidak dalam keadaan aman. Dalam hal ini negara harus disampaikan aman," ujar Sri Mulyani.

    Sebelumnya, serangan teror bom melanda tiga gereja berbeda di Surabaya pada Minggu pagi, 13 Mei 2018 yaitu Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di wilayah Ngagel, kemudian GKI Wonokromo di Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta di Jalan Raya Arjuno. Kemudian, pada Minggu malam, sekitar pukul 20.00 WIB bom meledak di Rusunawa Blok B lantai 5 Kelurahan Wonocolo, Kabupaten Sidoarjo. Peristiwa bom Surabaya berlanjut lagi pada Senin pagi, 14 Mei 2018. Sebuah bom meledak di pintu masuk Mapolrestabes Surabaya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kabinet Kerja Jokowi, 6 Menteri Nyaleg, 1 Mundur

    Asman Abnur dari PAN dan enam menteri Kabinet Kerja Jokowi mendaftarkan diri sebagai calon anggota legislatif sejak KPU membuka pendaftaran.