Indosat: Kebijakan Registrasi Kartu Prabayar Bersihkan Database

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Joy Wahjudi. indosatooredoo.com

    Joy Wahjudi. indosatooredoo.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Indosat Tbk. Joy Wahjudi menilai kebijakan registrasi kartu prabayar card positif baik bagi industri maupun pemerintah. "Kebijakan itu menurut saya positif, karena membersihkan database kita," kata Joy di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu, 9 Mei 2018.

    Joy mengaku memang membutuhkan waktu serta perubahan pola bisnis untuk mengikuti kebijakan tersebut. Dalam proses penyesuaian, Indosat disebut mengalami kerugian. Sejak Januari 2018, Joy mengatakan Indosat tidak lagi menjual kartu perdana berisi kuota atau bebas aktivasi.

    Baca: Registrasi Ulang di Atas 10 Nomor, Pengguna Prabayar Wajib Lapor

    Langkah tersebut berdampak menurunkan jumlah pengguna kartu Indosat. Pada triwulan I 2018, pelanggan seluler Indosat turun menjadi 96 juta dari 110 juta pelanggan di Triwulan IV 2017. Selain itu, pendapatan operasional pada triwulan I tahun 2018 juga menurun 22,9 persen sebesar Rp 5,7 triliun dari triwulan IV tahun 2017 sebesar Rp 7,3 triliun. "Makanya drop. Tapi saya ambil sekarang," ujar Joy.

    Ke depan, Joy optimis kebijakan registrasi tak akan mengganggu kinerja bisnis. Sebab, menurut dia, tidak ada perubahan berarti dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 21 Tahun 2017.

    Khususnya karena tidak ada batas nomor yang didaftarkan, termasuk bagi pedagang SIM card. "Cuma lakukan dengan benar, misalnya satu KTP buat ribuan, problemnya nanti bukan sama kita, tapi berurusan dengan polisi," katanya.

    Sesuai dengan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 21 Tahun 2017, tidak ada batasan jumlah nomor yang dapat diregistrasikan dengan syarat registrasi dilakukan dengan NIK dan Nomor KK secara benar. Selanjutnya, operator diwajibkan melaporkan kepada pemerintah atas nomor yang didaftarkan melebihi 10 nomor atau lebih setiap 3 bulan.

    Untuk itu, Joy optimistis dapat menjaga kuantitas pelanggan setianya. Menurut Joy, kartu perdana bebas aktivasi sebelumnya banyak digunakan layaknya voucher data.

    Seiring dengan kewajiban registrasi kartu prabayar itu juga, Indosat tidak lagi menjual kartu perdana bebas aktivasi. Dan sebagai gantinya, Joy mengatakan akan meningkatkan penjualan voucher. "Menurut saya gak akan turun," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.