Jokowi Nilai Ekonomi di Riau Baik, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo disambut dengan meriah oleh warga saat berkunjung di Kelurahan Bagan Batu Kota, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, 9 Mei 2018. Foto: Biro Pers Setpres

    Presiden Joko Widodo disambut dengan meriah oleh warga saat berkunjung di Kelurahan Bagan Batu Kota, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, 9 Mei 2018. Foto: Biro Pers Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menilai pergerakan ekonomi di Provinsi Riau masih baik. Ia beralasan, hingga malam hari, masih banyak warga yang mendatangi pusat perbelanjaan.

    Jokowi yang berada di Riau sejak Selasa, 8 Mei 2018, menyempatkan diri berbelanja di Mal Ciputra Seraya, Pekanbaru, malam harinya. Kehadirannya disambut antusias warga yang tengah berbelanja di sana.

    Baca: Temui Jokowi, Sopir Truk Ini Berjalan Kaki Selama 26 Hari

    "Kalau malam hari masih ramai seperti ini, geliat ekonominya sangat bagus," kata Jokowi dalam keterangan resmi Sekretariat Presiden, Rabu, 9 Mei 2018.

    Jokowi tiba di Mal Ciputra Seraya sekitar pukul 20.29 WIB dan berada di sana selama satu jam. Ia datang mengenakan jaket Asian Games, yang pekan lalu ia pamerkan, dan celana hitam.

    Kehadiran Jokowi, yang ditemani Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko, membuat suasana mal kian ramai. Sejumlah warga menyempatkan momen itu untuk berswafoto bersama Jokowi.

    Dalam kunjungannya ke Mal Ciputra Seraya itu, Jokowi membeli sweater warna maroon dan sepatu. "Buat dipakai sendiri," katanya.

    Presiden Jokowi berada di Riau untuk melakukan kunjungan kerja. Salah satunya meninjau peremajaan kebun sawit rakyat. Ia menjelaskan, tujuan replanting untuk area-area kebun sawit milik rakyat agar produksi per hektare bisa meningkat dua sampai tiga kali lipat.

    "Sebetulnya sudah terlambat replanting yang kami lakukan itu karena umurnya banyak yang lebih dari 25 tahun. Itu sudah enggak produktif secara hitung-hitungan," tutur Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Depresi Atas Gagal Nyaleg

    Dalam pemilu 2019, menang atau kalah adalah hal yang lumrah. Tetapi, banyak caleg yang sekarang mengalami depresi karena kegagalannya.