Menteri Pariwisata Targetkan 100 Destinasi Instagrammable di 2018

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, membuat tujuan wisata bernama Lembah Sumilir di kaki gunung Lawu. Kawasan ini menjadi tujuan wisatawan untuk berfoto dan menambah unggahan di media sosial. Instagram.com/@Lembahsumilir-@Eggyrahma

    Warga di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, membuat tujuan wisata bernama Lembah Sumilir di kaki gunung Lawu. Kawasan ini menjadi tujuan wisatawan untuk berfoto dan menambah unggahan di media sosial. Instagram.com/@Lembahsumilir-@Eggyrahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya menargetkan pembangunan 100 destinasi digital yang tersebar di 34 provinsi pada 2018. Hingga saat ini, menurut Arief, sudah dibangun sekitar 20 destinasi digital.

    "(Destinasi) yang kita nilai bagus buat Instagram dan memang kita proyeksikan untuk para netizen," kata Arief di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang Selatan, Kamis, 3 Mei 2018.

    Baca: Pariwisata Indonesia Kembali Hadir di ATM Dubai 2018

    Arief menjelaskan, destinasi digital merupakan tempat wisata yang fotonya cocok diunggah di Instagram atau disebut Instagramable. Pendesain destinasi digital perlu membayangkan desain lokasi wisata yang indah bila difoto.

    Untuk merealisasikan 80 destinasi digital, Arief menyerahkan pembangunan kepada komunitas anak warganet penyuka pariwisata bernama Generasi Pesona Indonesia atau Genpi. Genpi akan membangun destinasi digital dengan pembiayaan dari Kementerian Pariwisata.

    Arief menilai, pembangunan 100 destinasi digital dapat tercapai tahun ini. Sebab, Genpi sudah terbentuk di 21 provinsi. "Kalau rata-rata provinsi tiga aja, saya akan dapat 60 dengan cepat. Karena Genpi sudah terbentuk 21," ujar Arief.

    Seperti dikutip dari kantor berita Antara, Kementerian Pariwisata telah bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mewujudkan pembangunan 100 destinasi digital. Kerja sama itu berupa membangun infrastruktur dasar seperti jalan, air, listrik, koneksi WiFi, lokasi sampah, serta toilet.

    Menurut Arief, anak muda khususnya warganet (netizen) perempuan memiliki tingkat ingin diakui yang tinggi. Karenanya, mereka memerlukan titik-titik destinasi pariwisata bersifat Instagramable. "Jangankan spot indah, makan aja cewek foto mau di-share. Itulah kehidupan netizen," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru Nonton di Bioskop Pasca Covid-19

    Masyarakat dapat menikmati film di layar lebar dalam masa pandemi Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.