Pengusaha Percetakan Banjir Pesanan di Tahun Politik

Reporter

Editor

Martha Warta

Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno bersama rombongan meninjau proses percetakan kertas Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta di percetakan PT Adi Perkasa, Makassar, Sulawesi Selatan, 9 Januari 2016. KPU DKI Jakarta mulai melakukan pencetakan kertas suara di percetakan PT Abdi Perkasa Makassar selaku pemenang tender. Iqbal Lubis

TEMPO.CO, Jakarta - Mulai meningkatnya suhu politik menjelang pemilu serentak 2019 membawa berkah bagi pengusaha percetakan dan konveksi di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, karena pesanan produk mulai meningkat.

"Mulai banyak pesanan kalender, spanduk, kaus, dan atribut lainnya. Ini tentu menguntungkan bagi pelaku usaha seperti kami," kata Riskon Fabiansyah, seorang pengusaha percetakan di Sampit, Selasa, 1 Mei 2018.

Baca: Bukalapak Latih Santri Jadi Pengusaha Online

Pemilu serentak memang baru akan dilaksanakan pada 2019 nanti, tapi geliat politik sudah mulai terasa. Partai politik makin gencar melakukan rapat konsolidasi sehingga memerlukan atribut seperti kaus, kemeja, spanduk, bendera, dan baliho.

Tokoh-tokoh yang diprediksi akan maju dalam pemilu legislatif juga mulai gencar mensosialisasikan diri. Dari mereka, berbagai pesanan datang, seperti kalender, brosur, dan stiker, sebagai bentuk sosialisasi diri.

Peningkatan omzet terasa sejak dua bulan terakhir. Riskon memprediksi tren peningkatan akan terus terjadi hingga puncaknya menjelang pemilu serentak 2019 nanti.

Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, Riskon sudah menyiapkan stok bahan yang diperkirakan banyak dipilih pelanggan. Selain atribut bernuansa politik, permintaan pakaian olahraga dari instansi pemerintah juga meningkat.

Meski begitu, Riskon mengaku tetap berhati-hati dalam menerima pesanan. Dia pernah mempunyai pengalaman kurang menyenangkan pada pemilu 2014 lalu karena ada calon legislatif yang tidak melunasi pembayaran hingga saat ini.

"Jadi sekarang saya memberlakukan aturan harus bayar uang muka 50 persen dari total harga. Ini soal bisnis. Kalau tidak seperti itu, bisa bangkrut," kata pengusaha yang akrab disapa Eko Syailendra ini.

Menurut Eko, peluang usaha percetakan masih terbuka lebar. Pertumbuhan ekonomi dan pesatnya kemajuan Kotawaringin Timur berimbas pada meningkatnya permintaan produk-produk percetakan.

Kendala saat ini adalah makin ketatnya persaingan sehingga setiap pelaku usaha menerapkan standar harga berbeda. Kondisi ini kurang menguntungkan bagi pelaku usaha yang baru merintis dengan modal terbatas.

Untuk menghadapi situasi itu, pelaku usaha harus terus berinovasi agar dapat menarik minat pelanggan. Dengan ketekunan, Eko yakin pelaku usaha bisa terus bertahan, berkembang, dan maju.

ANTARA






Dugaan Pembunuhan, Mantan Gubernur di Rusia Dituntut 23 Tahun Penjara

4 jam lalu

Dugaan Pembunuhan, Mantan Gubernur di Rusia Dituntut 23 Tahun Penjara

Jaksa menuntut hukuman 23 tahun penjara pada Sergey Furgal, mantan gubernur Khabarovsk, Rusia atas tuduhan mengorganisir serangan


Rencana Datangkan 50 Ribu Ton Kedelai Impor Tiap Bulan, Bulog: Masih Menunggu Perizinan

6 hari lalu

Rencana Datangkan 50 Ribu Ton Kedelai Impor Tiap Bulan, Bulog: Masih Menunggu Perizinan

Bulog berencana mendatangkan 50 ribu ton kedelai impor untuk pengrajin tahu tempe. Namun, Budi Waseso alias Buwas masih menunggu perizinan.


Terpopuler: Holland Bakery Diserbu Pembeli, Sri Mulyani Kurangi Insentif Dunia Usaha

11 hari lalu

Terpopuler: Holland Bakery Diserbu Pembeli, Sri Mulyani Kurangi Insentif Dunia Usaha

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis hingga Sabtu malam hampir semuanya dikuasai oleh Holland Bakery hingga Sri Mulyani kurangi insentif pengusaha.


50 UMKM Malaysia Promosikan Produk Kreatif di Batam

11 hari lalu

50 UMKM Malaysia Promosikan Produk Kreatif di Batam

Rangkaian acara tersebut diharapkan tidak hanya bermanfaat untuk usaha kreatif pengusaha Malaysia tetapi juga Kota Batam.


Pastikan Tahun Politik Berjalan Aman, Sri Mulyani Minta Investor Tak Khawatir

12 hari lalu

Pastikan Tahun Politik Berjalan Aman, Sri Mulyani Minta Investor Tak Khawatir

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjamin situasi tahun politik menjelang Pemilu 2024 akan berjalan aman.


Bos Samsung Indonesia: Pencabutan PPKM Beri Angin Segar Bagi Pengusaha

12 hari lalu

Bos Samsung Indonesia: Pencabutan PPKM Beri Angin Segar Bagi Pengusaha

Presiden Jokowi secara resmi menghentikan PPKM pada Jumat, 30 Desember 2022.


Mendag: Pengusaha RI dan Arab Saudi Sepakat Kerja Sama dengan Nilai Kontrak Rp2,3 Triliun

16 hari lalu

Mendag: Pengusaha RI dan Arab Saudi Sepakat Kerja Sama dengan Nilai Kontrak Rp2,3 Triliun

Penandatanganan terdiri atas kontrak dagang, perjanjian kerja sama, dan MoU, yang dilakukan di Kantor Federation Saudi Chamber di Jeddah, Arab Saudi.


Sandiaga Uno Sebut Tahun Politik Bagus untuk Sektor Pariwisata

21 hari lalu

Sandiaga Uno Sebut Tahun Politik Bagus untuk Sektor Pariwisata

Pada 2023, Sandiaga Uno menargetkan pergerakan 1,2 - 1,4 miliar untuk wisatawan domestik dan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 7,4 juta orang.


Banyak Tantangan Investasi di Tahun Politik, Bahlil: Jangan Berkelahi Soal Kampret dan Cebong

22 hari lalu

Banyak Tantangan Investasi di Tahun Politik, Bahlil: Jangan Berkelahi Soal Kampret dan Cebong

Menteri Bahlil Lahadalia mengungkapkan akan banyak tantangan investasi selama tahun politik. Jangan ada perkelahian kampret dan cebong.


Di Hadapan Ketua RW se-Jakarta Timur, Pangdam Jaya Ingatkan Bahaya Radikalisme Memasuki Tahun Politik

25 hari lalu

Di Hadapan Ketua RW se-Jakarta Timur, Pangdam Jaya Ingatkan Bahaya Radikalisme Memasuki Tahun Politik

Pangdam Jaya Mayjen TNI Untung Budiharto mengingatkan bahaya radikalisme dan ketua rukun warga (RW) se-Jakarta Timur mencegah potensi benturan kepentingan, serta politisasi yang mengadu domba. Mengingat, saat ini Indonesia memasuki tahun politik.