Perluas Jaringan Ekspor, Kemenperin Dorong IKM Pameran di Swiss

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto didampingi Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih (kanan) serta CEO PT Ruang Raya Indonesia (ruangguru.com) Adamas Belva Devara (kiri).

    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto didampingi Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih (kanan) serta CEO PT Ruang Raya Indonesia (ruangguru.com) Adamas Belva Devara (kiri).

    TEMPO.CO, Jakarta- Kementerian Perindustrian mendorong perluasan industri kecil dan menengah (IKM) nasional untuk berpartisipasi dalam pameran industri di Basel, Swiss. Sebanyak 22 IKM yang bergerak di sektor usaha garmen, aksesoris, dan bumbu nasional akan diboyong ke ajang Mustermesse Basel (MUBA) 2018.

    “MUBA merupakan pameran internasional dan tertua di Swiss. Kami berharap, upaya ini bisa menjadi jembatan bisnis para IKM ke mancanegara,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kemenperin, Gati Wibawaningsih, dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 29 April 2018.

    Baca: Asian Games 2018, Pemerintah Diimbau Beri Pelatihan pada IKM-UKM

    Menurut Gati, Swiss merupakan salah satu negara yang menjadi pasar potensial bagi IKM Indonesia di kawasan Eropa. Karena, kata Gati Basel merupakan kota di bagian utara Swiss yang berbatasan langsung dengan Jerman dan Perancis.

    Dengan lokasi yang stategis itu, Gati berujar MUBA selalu diincar oleh negara-negara lain dalam mempromosikan barang produksinya dan meningkatkan ekspor. “Diharapkan pameran ini akan meningkatkan nilai ekspor produk kita yang berasal dari IKM,” ujar Gati.

    Untuk memberangkatkan 22 IKM tersebut, Kemenperin bekerjasama dengan Wonderful Indonesia Display, yang juga mempromosikan pariwisata Indonesia di Swiss. “Seluruh produk IKM yang tampil terdiri dari 35 merek, seperti produk makanan organik, sepatu dan tas wanita, pakaian motif etnik, perhiasan, serta aksesoris rumah tangga,” kata Gati.

    Selain mendorong partisipasi IKM lewat pameran di luar negeri, Kemenperin juga memiliki program e-smart IKM. Di mana para pengusaha IKM dapat mempromosikan produknya secara online dan meningkatkan ekspor produk dalam negeri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.