UKM Pempek Palembang Maju Pesat Menjelang Asian Games 2018

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu warung pempek di sentra pempek, Jalan Mujahiddin, Pasar 26 Ilir, Palembang, Sumatera Selatan. Tempo/Francisca Christy Rosana

    Salah satu warung pempek di sentra pempek, Jalan Mujahiddin, Pasar 26 Ilir, Palembang, Sumatera Selatan. Tempo/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Usaha kecil dan menengah (UKM) kuliner khas Palembang, Sumatera Selatan, pempek, mengalami kemajuan pesat menjelang perhelatan ajang Asian Games 2018.

    Pejabat sementara Wali Kota Palembang, Akhmad Najib, mengatakan, berdasarkan data terbaru, produksi pempek mencapai 6,4-7 ton per hari untuk memenuhi kebutuhan oleh-oleh para pendatang dan penjualan di dalam kota.

    Baca juga: Produksi Harian 6,4 Ton Pempek, Palembang Masih Kekurangan Ikan

    "Bisa dikatakan, dengan volume mencapai 7 ton per hari ini sudah melebihi bakpia," katanya di Palembang, Minggu, 29 April 2018.

    Ia menuturkan permintaan ini diperkirakan melonjak tajam saat perhelatan Asian Games, yang akan berlangsung pada 18 Agustus-2 September mendatang.

    Kota Palembang, yang menyelenggarakan 13 cabang olahraga, diperkirakan bakal kedatangan atlet dan ofisial berjumlah 15 ribu orang. Karena itu, Pemerintah Kota Palembang telah berkoordinasi dengan asosiasi pempek untuk memenuhi kebutuhan para tamu negara saat Asian Games 2018.

    Melalui ajang Asian Games ini, Pemerintah Kota Palembang mendorong pempek untuk bisa go international guna meningkatkan perekonomian sektor usaha mikro, kecil, dan menengah.

    "Pempek ini sudah dikenal di Indonesia. Artinya, target selanjutnya menembus pasar Asia dan dunia. Sejauh ini, pesanan pempek sudah banyak dari kawasan Asia Tenggara yang dapat dijadikan salah satu indikator bahwa makanan ini bercita rasa internasional," ujar Akhmad.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.