Rabu, 17 Oktober 2018

Karyawan Ekspatriat Freeport Diberondong Peluru

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Lapangan Terbang Perintis Arwanop, Distrik Tembagapura, Timika, Papua, 29 Juni 2017. Lapangan Terbang Perintis Arwanop ini dibangun oleh PT Freeport Indonesia dengan panjang landasan pacu 461 meter dan lebar 18 meter serta berada di ketinggian 2200 feet DPL. ANTARA FOTO

    Suasana Lapangan Terbang Perintis Arwanop, Distrik Tembagapura, Timika, Papua, 29 Juni 2017. Lapangan Terbang Perintis Arwanop ini dibangun oleh PT Freeport Indonesia dengan panjang landasan pacu 461 meter dan lebar 18 meter serta berada di ketinggian 2200 feet DPL. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang karyawan ekspatriat PT Freeport Indonesia berkebangsaan Afrika Selatan diberondong peluru oleh orang tak dikenal (OTK) di mile 66 area perumahan Hidden Valley, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, Jumat, 27 April 2018, sekitar pukul 07.40 WIT.

    Morne Francis Ras, WNA Afrika Selatan, karyawan Technical Advisor Safety HighLand, yang beralamat di 1025-B Hidden Valley, mile 66, diberondong peluru ketika ia hendak berjalan menuju kendaraan LWB No 01.5222 yang terparkir di depan rumahnya.

    Baca: Freeport Pastikan Divestasi Selesai April 2018

    Saat berada di samping kendaraannya, tiba-tiba ia diberondong peluru oleh OTK, sekitar delapan sampai 10 kali tembakan. Untungnya, tak satu pun peluru OTK itu mengenai tubuh Morne Francis.

    Seorang saksi, Craig Eugene Johnson, karyawan Mine UG, alamat 1020B Hidden Valley, menerangkan bahwa pada saat saksi keluar dari rumahnya, tiba-tiba terdengar suara tembakan. Tembakan itu mengenai kendaraan LWB 01.5222. Ia melihat Morne Francis Ras sedang tiarap di samping kanan kendaraannya.

    Tak lama berselang, pukul 07.50 WIT, pihak safety dan ambulans serta aparat telah berada di lokasi kejadian. Selanjutnya dilakukan pengejaran dan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.

    Perusahaan membunyikan alarm Kota Tembagapura dan Hidden Valley pukul 08.24 WIT, yang menandakan semua karyawan tenang dan tetap berada di kantor. Keluarga juga diminta tetap tenang dan berada di rumah masing-masing. Morne Francis Ras beserta keluarganya dibawa ke Rumah Sakit Tembagapura pukul 08.50 WIT untuk mendapat terapi psikiater karena dalam kondisi trauma.

    Kapolres Mimika Ajun Komisaris Besar Agung Marlianto, ketika dikonfirmasi, membenarkan peristiwa tersebut. Ia juga mengatakan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa penembakan itu.

    "Dalam aksi penembakan tersebut tidak ada korban luka. Namun kendaraan 01.5222 mengalami kerusakan akibat tembakan, di mana pada bagian kap depan terkena satu tembakan, kaca spion kanan terkena satu tembakan, bodi samping kanan terkena dua kali tembakan," ujarnya.

    Hingga pukul 10.00 WIT pihak aparat keamanan masih melakukan pengejaran dan penyisiran di area hutan belakang area perumahan Hidden Valley mile 66.

    Baca berita lainnya tentang Freeport di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.