50 Ton Bahan Bom Ikan Disita, Susi Pudjiastuti SMS Tito Karnavian

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Tito Karnavian, Susi Pudjiastuti berbincang bersama saat menghadiri Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, 9 September 2016. Sidang yang dipimpin Presiden Joko Widodo membahas hasil kunjungan kerja presiden ke Tiongkok dan Laos. TEMPO/Subekti

    Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Tito Karnavian, Susi Pudjiastuti berbincang bersama saat menghadiri Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, 9 September 2016. Sidang yang dipimpin Presiden Joko Widodo membahas hasil kunjungan kerja presiden ke Tiongkok dan Laos. TEMPO/Subekti

    Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berterima kasih kepada Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian karena jajaran Polri berhasil  menangkap satu kapal berisi 50 ton petasium nitrat untuk salah satu bahan pengebom ikan.

    "Kemarin saya langsung SMS Pak Tito, saya ucapkan terima kasih," ujar Susi di kantornya pada Jumat, 27 April 2018.

    Baca juga: Susi Pudjiastuti Diyakini Tak Tergiur Jadi Cawapres Jokowi

    Tim gabungan Polres Kepulauan Selayar dan Satuan Polisi Air (Satpolair) Selayar menangkap kapal asal Malaysia tersebut di perairan sebelah selatan laut Selayar atau 50 mil dari Pelabuhan Benteng sebelah selatan Pulau Selayar, Kamis, 26 April 2018.

    KLM Eka Putri GT. 62 No. 649/ LLN itu memuat 2.400 karung bahan bom yang terdiri dari pupuk amonium nitrat atau seberat 50 ton yang disimpan rapi di dalam palka kapal.

    "KKP sangat berterima kasih, karena efeknya akan sangat luar biasa. Tujuannya menangkap ikan tapi yang dihancurkan sampai karang-karang," ujar Susi.

    Susi kerap geram dengan para pelaku pengebom ikan. Sejak tahun lalu, Susi bahkan menjanjikan hadiah menarik kepada para petambak udang vannamei di Kabupaten Kolaka jika bisa menangkap serta menyerahkan kepada aparat hukum lima pemilik dan pelaku bom ikan yang marak di perairan Kolaka.

    "Kita ini sebenarnya aneh. Tuhan sudah sediakan rumah untuk ikan tapi dirusak. Setelah itu, kita keluarkan uang guna bikin terumbu untuk apartemen ikan. Bikin rumah ikan dari bambu, itu aneh saja," ujarnya 20 Maret 2017.

    Susi Pudjiastuti menjelaskan, pengeboman ikan akan merusak ekosistem laut dan terumbu karang. Sementara keberlanjutan usaha di bidang perikanan sangat bergantung pada baik-buruknya kondisi lingkungan perairan laut.

    ROSMAWANTY FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Konsumsi Daging Secara Global, Australia Paling Banyak

    Menurut Data Food and Agriculture Organization of the United Nation, rata-rata orang Australia mengkonsumsi 116 kg daging selama setahun.