Garuda Indonesia Siapkan 14 Pesawat Terbangkan Calon Jemaah Haji

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pilot berfoto bersama pesawat Boeing 747-400 yang tak lagi dioperasikan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. di Cengkareng, Banten, 9 Oktober 2017. Pensiun ini, bersamaan dengan berakhirnya operasional penerbangan haji 1438 H tahun 2017. Tempo/Vindry Florentin.

    Seorang pilot berfoto bersama pesawat Boeing 747-400 yang tak lagi dioperasikan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. di Cengkareng, Banten, 9 Oktober 2017. Pensiun ini, bersamaan dengan berakhirnya operasional penerbangan haji 1438 H tahun 2017. Tempo/Vindry Florentin.

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai Garuda Indonesia mempersiapkan 14 unit pesawat untuk menerbangkan 107.964 calon jemaah haji pada tahun ini.

    Direktur Operasi Garuda Indonesia Triyanto Moeharsono mengatakan pihaknya telah mempersiapkan pesawat sebanyak 5 unit jenis Airbus A330, 5 unit Boeing 777-300ER, dan 4 unit pesawat sewa berjenis Boeing 744 dan Airbus A330 untuk penerbangan haji tahun ini.

    Baca juga: Menpar Minta Garuda Indonesia Pertahankan Rute Jakarta-London

    "Tahun ini kami menerbangkan 107.964 calon jemaah haji. Angka itu tidak jauh berbeda seperti tahun lalu," kata Triyanto, Rabu, 25 April 2018.

    Dia menambahkan, penerbangan akan berangkat melalui sembilan bandara embarkasi, yakni di Banda Aceh, Medan, Padang, Jakarta, Solo, Balikpapan, Makassar, Lombok dan Banjarmasin. Embarkasi dengan jumlah calon jemaah haji tertinggi adalah Solo dengan 34.112 orang yang terbagi dalam 96 kloter.

    Rencana pemerintah menerbangkan sebagian jemaah haji melalui Bandara Kertajati, lanjut Triyanto, juga masuk dalam rencana perusahaan. Namun, penerbangan dari bandara tersebut harus transit melalui Bandara Soekarno-Hatta.

    Triyanto beralasan, panjang landasan pacu (runway) Bandara Kertajati belum memenuhi standar minimal untuk pesawat berlorong ganda (wide body). Panjang saat ini hanya 2.500 meter, sedangkan kebutuhan minimal adalah 3.000 meter.

    Konsekuensinya, akan ada biaya tambahan yang muncul karena penerbangan tidak dilakukan secara langsung. Pihak Garuda Indonesia meminta kementerian terkait bersedia menanggung biaya tersebut.

    "Kami akan ngobrol dengan Kementerian Agama dan PT BIJB. Kalau ada cost kita bagi rata atau ditanggung seluruhnya," ujarnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.