Selasa, 21 Agustus 2018

Usai Divestasi, Freeport Mcmoran Berharap Tetap Kontrol Bisnis

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah massa yang tergabung dalam Front Rakyat Indonesia untuk West Papua dan Aliansi Mahasiswa Papua melakukan aksi menuntut penutupan PT Freeport Indonesia di depan kantor Freeport, Jakarta 29 maret 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Sejumlah massa yang tergabung dalam Front Rakyat Indonesia untuk West Papua dan Aliansi Mahasiswa Papua melakukan aksi menuntut penutupan PT Freeport Indonesia di depan kantor Freeport, Jakarta 29 maret 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta -Kendati telah sepakat mengenai besaran divestasi saham PT Freeport Indonesia hingga 51 persen, Freeport McMoRan Inc. berharap masih memegang kontrol dalam bisnis dan kebijakan keuangan perusahaan yang beroperasi di Papua tersebut.

    CEO Freeport McMoRan Richard C. Adkerson mengatakan sangat penting bagi pihaknya untuk melanjutkan pengelolaan Freeport Indonesia sesuai cara bisnisnya. Adapun hal tersebut terus dirundingkan dengan pemerintah Indonesia.

    "Penting bagi kami untuk terus memiliki kendali atas cara mengelola bisnis dan kebijakan keuangannya," tuturnya dalam conference call kuartal I/2018, Selasa malam, 24 April 2018.

    Selain itu, Adkerson menilai langkah pemerintah untuk membeli hak partisipasi Rio Tinto di Freeport Indonesia sebesar 40 persen sebagai strategi dalam proses divestasi tersebut sebagai sesuatu yang positif. Dia menyatakan pihaknya tidak akan terlibat langsung dalam proses tawar menawar hak partisiapsi Rio Tinto.

    Baca juga: Freeport Sepakat Konversi Saham Rio Tinto

    Seperti diketahui, pembelian hak partisipasi Rio Tinto dalam rangka memenuhi kewajiban divestasi 51 persen Freeport Indonesia akan mengurangi dampak langsung terhadap Freeport-McMoRan yang saat ini menguasai 91,64 persen saham. Dengan mengambil hak partisipasi Rio Tinto, maka Freeport-McMoRan hanya perlu melepas sahamnya sedikit lagi.

    Melalui kerja sama dengan Freeport-McMoRan pada 1996, Rio Tinto ikut berinvestasi dalam pengelolaan Tambang Grasberg di Papua dengan hak partisipasi sebesar 40 persen.

    Hingga akhir 2021, Rio Tinto memiliki hak 40 persen apabila produksi mencapai level tertentu. Setelah itu, jatah 40 persen Rio Tinto akan dihitung dari seluruh produksi atau pendapatan Freeport Indonesia.

    Jika hak partisipasi Rio Tinto berubah menjadi 40 persen saham di Freeport Indonesia, maka kepemilikan Freeport-McMoRan sebesar 81,28 persen akan terdilusi menjadi 48,768 persen, sementara anak usahanya, PT Indocopper Investasma, dan pemerintah Indonesia yang memiliki saham sebesar 9,36 persen akan terdilusi menjadi 5,616 persen.

    Apabila skema ini yang diambil, pihak nasional tinggal membeli saham Rio Tinto dan Indocopper Investama. Dengan demikian, kepemilikan nasional akan memenuhi ketentuan sebesar 51 persen.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Prestasi Defia Rosmaniar Peraih Emas Pertama Indonesia

    Defia Rosmaniar punya sederet prestasi internasional sebelum meraih medali emas Asian Games 2018.