Rupiah Melemah 37 Poin, Kembali Dekati Level 14.000 per Dolar AS

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Rupiah. TEMPO/Imam Sukamto

    Ilustrasi Rupiah. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu sore, 25 April 2018, bergerak melemah sebesar 37 poin menjadi Rp 13.909 per dolar AS.

    Analis Monex Investindo Futures, Faisyal, mengatakan sentimen yang menjadi perhatian pelaku pasar uang adalah kenaikan yield Amerika Serikat bertenor 10 tahun yang telah melewati level 3 persen untuk pertama kalinya sejak 2014. Kondisi itu membuka potensi adanya kenaikan suku bunga AS dalam waktu dekat.

    Baca juga: Menteri Darmin: Fundamental Kurs Rupiah 13.500 per Dolar AS

    "Selain yield obligasi yang tinggi, menguatnya dolar AS juga karena data ekonomi Amerika Serikat yang optimistis," katanya di Jakarta, Rabu, 25 April 2018.

    Analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, menambahkan, pelemahan rupiah juga sejalan dengan mata uang di negara berkembang. Dengan meningkatnya imbal hasil obligasi AS dan prospek suku bunga AS yang lebih tinggi maka dolar AS menjadi perhatian pelaku pasar.

    "Rupiah bersama dengan mata uang emerging market mengalami tekanan karena faktor itu," katanya.

    Kendati demikian, lanjut Reza, adanya intervensi dari Bank Indonesia akan menahan tekanan rupiah lebih dalam. Bank Indonesia akan menjaga fluktuasi nilai tukar sesuai dengan fundamentalnya.

    Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Rabu, 25 April 2018, mencatat nilai tukar rupiah bergerak menguat ke posisi Rp 13.888 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 13.900 per dolar AS.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.