Pertamina Ajak Startup Perkuat Hilir, Jonan: Kok Baru Sekarang?

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan setelah melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) Wajib Pajak Orang Pribadi Tahun 2017 secara elektronik di kantornya, Jakarta, 6 Maret 2018. Jonan didampingi langsung Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan Jakarta Selatan II Edi Slamet Irianto dan sejumlah pegawai kanwil DJP Jakarta Selatan II lainnya. TEMPO/Tony Hartawan

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan setelah melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) Wajib Pajak Orang Pribadi Tahun 2017 secara elektronik di kantornya, Jakarta, 6 Maret 2018. Jonan didampingi langsung Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan Jakarta Selatan II Edi Slamet Irianto dan sejumlah pegawai kanwil DJP Jakarta Selatan II lainnya. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana tugas Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menyatakan perusahaan minyak dan gas bumi (migas) tersebut sedang bertransformasi memaksimalkan media digital untuk ditargetkan memperkuat sektor bisnis hilir. "Salah satu kompetisi yang sudah kami lakukan adalah menggandeng startup untuk perkuat hilir," katanya di kantor pusat Pertamina, Jakarta, Rabu, 25 April 2018.

    Nicke menjelaskan, Pertamina juga tidak menutup kemungkinan bermitra dengan industri digital yang sudah langsung menyentuh masyarakat. Industri migas berkonversi ke dunia digital yang sudah berlangsung lama ini, menurut Nicke, harus direspons segera. 

    Baca: Sofyan Basir Calon Kuat Dirut Pertamina?

    Pertamina pun, ucap Nicke, harus mengejar ketertinggalan tersebut. Setelah sebelumnya berupaya menciptakan inovasi digital sendiri, Pertamina kini mulai menjajaki bermitra dengan kreator digital muda.

    Menanggapi hal itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan malah mempertanyakan langkah perusahaan pelat merah tersebut. Sebab, menurut dia, seharusnya Pertamina sejak dulu memulai era industri digital. "Kok baru sekarang?" tanya Jonan kepada Nicke.

    Lebih jauh, Jonan menjelaskan, semua industri sedang berkembang ke arah Industri 4.0, sehingga menjadi hal wajib untuk mengikuti keinginan pasar. Dengan adanya transformasi digital, menurut dia, risiko kecelakaan kerja atau kerugian perusahaan dapat dihindari.

    Ke depan, Jonan juga meminta Pertamina menyiapkan transformasi menjadi industri kimia. "Kalau industri otomotif sudah beralih ke mobil listrik, bagaimana industri migas ini? Ya, harus buat industri kimia," kata Jonan.

    Jonan menuturkan industri kimia menjadi hal paling tepat bagi Pertamina mengingat umur sumur minyak sudah semakin tua. Selain itu, kilang-kilang minyak semakin berkurang cadangannya. Apalagi, hingga sekarang, belum ditemukan sumber migas baru yang memiliki potensi minyak yang banyak.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.