Pimpin Apindo Lagi, Hariyadi Sukamdani Ungkap Tantangan ke Depan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani memotong nasi tumpeng pertanda kesuksesan Apindo membawa pengusaha besar ikut program Tax Amnesty, di Menara Permata Kuningan, Jumat 30 September 2016. TEMPO/Diko

    Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani memotong nasi tumpeng pertanda kesuksesan Apindo membawa pengusaha besar ikut program Tax Amnesty, di Menara Permata Kuningan, Jumat 30 September 2016. TEMPO/Diko

    TEMPO.CO, Jakarta - Hariyadi B. Sukamdani terpilih menjadi Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) periode 2018-2023. Kepemimpinan Hariyadi di Apindo ini merupakan periode yang kedua setelah menjadi Ketum Apindo pada 2014-2018.

    “(Kepemimpinan di periode) berikutnya lumayan berat. Pasti akan besar tantangannya. Dunia berubah,” kata Hariyadi saat dihubungi, Rabu, 25 April 2018.

    Baca juga: Apindo Harap Pemerintah Jelaskan Rinci Tantangan Industri 4.0

    Dia berujar, saat ini, dunia usaha telah mengalami perubahan sejalan dengan adanya gelombang ekonomi digital. Perubahan tersebut pun mengubah lanskap bisnis.

    Adanya perubahan pola konsumen terjadi setelah digitalisasi merambah ke berbagai aspek. Dan, menurut Hariyadi, itu menjadi tantangan bagi kalangan pengusaha.

    Hariyadi kembali terpilih menjadi Ketua Umum Apindo secara aklamasi. Keputusan tersebut disampaikan dalam sidang pleno Musyawarah Nasional Apindo X setelah hasil voting menunjukkan suara 50+1 telah terpenuhi untuk pencalonan kembali Hariyadi.

    Berdasarkan hasil tanggapan semua ketua umum Apindo provinsi dalam sidang pleno tersebut, masing-masing wilayah menerima laporan pertanggungjawaban yang disampaikan Hariyadi selama kepemimpinan sebelumnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.