Sofyan Basir Calon Kuat Dirut Pertamina?

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PLN Sofyan Basir usai acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama PLN dan 7 PTN di Hotel Fairmount, Jakarta Selatan, 28 Februari 2018. TEMPO/Andita Rahma

    Direktur Utama PLN Sofyan Basir usai acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama PLN dan 7 PTN di Hotel Fairmount, Jakarta Selatan, 28 Februari 2018. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta -Kementerian Badan Usaha Milik Negara merombak jajaran direksi Pertamina . Salah satunya dengan mencopot Elia Massa Manik dari jabatannya sebagai Direktur Utama Pertamina.

    Sejumlah nama pun disebut-sebut bakal menggantikan Massa Manik, termasuk Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir. Saat dikonfirmasi soal itu, Sofyan Basir membantah rumor bahwa dirinya menjadi calon kuat Dirut Pertamina yang baru. "Enggak, nggak ada yang nawarin," ujarnya di Kompleks Parlemen, Selasa, 24 April 2018.

    Sofyan mengatakan ia lebih menyukai memimpin PLN ketimbang Pertamina. Dia menuturkan, agar jabatan tersebut diberikan ke orang lain. "Maksud saya gini lah, biar yang lain," ucap dia.

    Simak: Gonta-ganti Direksi, Bisnis Pertamina Bakal Terhambat

    Ada sejumlah nama lain yang diduga menjadi kandidat kuat Dirut Pertamina yang baru. Nicke Widyawati yang saat ini menjadi Plt Dirut Pertamina, disebut-sebut berpeluang menjadi pengganti Massa Manik.

    Lainnya adalah Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan Kementerian BUMN Ahmad Bambang serta Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam.

    Pekan lalu, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Fajar Harry Sampurno, mengatakan, belum dapat mengatakan kepastian pengangkatan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) yang baru. Sebabnya nama orang yang nantinya akan menjabat sebagai Direktur Utama Pertamina , akan dipilih dan disetujui oleh Presiden Joko Widodo. “Kalau Dirut kan harus persetujuan presiden,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.