PLN Operasikan Pembangkit Listrik Biomassa Pertama di Kalimantan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno (kanan) dan Bupati Serang Tatu Chasanah (kedua kanan) berbincang dengan Dirut PT PLN Sofyan Basir (kedua kiri) saat meninjau lokasi proyek PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) di Desa Terate, Serang, Banten, 5 Oktober 2017. ANTARA FOTO

    Presiden Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno (kanan) dan Bupati Serang Tatu Chasanah (kedua kanan) berbincang dengan Dirut PT PLN Sofyan Basir (kedua kiri) saat meninjau lokasi proyek PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) di Desa Terate, Serang, Banten, 5 Oktober 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - PT PLN (Persero) resmi mengoperasikan pembangkit listrik biomassa (PLTBm) pertama di Kalimantan pada 24 April 2018. PLTBm ini berbahan bakar limbah pertanian dengan kapasitas total 15 Megawatt (MW).

    Pembangkit listrik swasta milik PT Rezeki Perkasa Sejahtera Lestari tersebut diproyeksikan bisa memasok listrik sebesar 74 juta kilo watt hour (kWh) per tahun ke sistem khatulistiwa.

    "Keberadaan PLBm yang baru beroperasi ini memperkuat pasokan listrik di sistem Khatulistiwa serta menggantikan beberapa pembangkit berbahan bakar minyak (BBM)," ujar General Manager PLN Wilayah Kalimantan Barat Richard Safkaur dalam keterangannya pada Selasa, 24 April 2018.

    Simak: BPK Temukan Pemborosan Pembangkit Listrik PLN Rp 1,61 Triliun

    Richard menjelaskan, pengembangan energi baru terbarukan memang menjadi salah satu prioritas PLN di regional Kalimantan. "Saat ini di wilayah Kalbar, presentase pembangkit yang memakai minyak masih sebesar 44 persen,” ujar Richard.

    PLTBm 1 Rezeki Siantan ini mulai dibangun sejak Desember 2016, lokasinya terletak di Wajok Hulu, Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Beroperasi dengan memanfaatkan limbah pertanian sebagai sumber bahan bakarnya, seperti yakni cangkang sawit, sekam padi, tongkol jagung, ampas tebu, serbuk kayu.

    “Harga material tersebut berkisar Rp 600/kg. Diperkirakan kebutuhan bahan bakar untuk memproduksi energi listrik setahunnya sebanyak 98.400 ton per tahunnya,” ujar Richard.

    Untuk mengalirkan listrik PLBm Siantan ke sistem Khatulistiwa, PLN juga telah membangun jaringan listrik 20 kilo Volt (kV) sepanjang 5,6 kilometer sirkit (kms) dari pembangkit ke titik interkoneksi di Gardu Induk (GI) Siantan.

    Sementara itu, Direktur Utama PT Rezeki Perkasa Sejahtera Lestari  Duken Kuncara mengatakan pihaknya bekerja sama dengan dinas kehutanan dan organisasi terkait untuk pasokan bahan bakar pembangkit serta menjalin kerjasama dengan pengusaha Perkebunan Kelapa Sawit (PKS) yang berada tersebar di Provinsi Kalimantan Barat. "Kedepannya kami akan menjalin kerja sama dengan pihak pemilik lahan untuk membuat koperasi demi meningkatkan perekonomian masyarakat lokal,” ujar Dunken.

    Dunken juga menambahkan, perusahaannya menginvestasikan dana lebih dari US$ 21 juta untuk membangun PLTBm Siantan. "Dari total kapasitas terpasang 1x15 Megawatt, kami dan PLN sudah sepakat untuk menyalurkan sebesar 10 Megawatt terlebih dahulu sesuai power agreement yang sudah ditandatangani pada 2016 lalu," ujar Dunken.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?