Mendag Ancam E-commerce yang Enggan Jual Produk Dalam Negeri

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita ungkap pengakuan dosanya ketika ditanya lebih baik memilih menjadi petani atau pedagang beras.

    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita ungkap pengakuan dosanya ketika ditanya lebih baik memilih menjadi petani atau pedagang beras.

    TEMPO.CO, PANGKALPINANG - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memberikan peringatan kepada pengusaha marketplace yang masih enggan menjual produk-produk dalam negeri. Sikap tegas disampaikan Enggartiasto karena pihaknya ingin produk yang dihasilkan dari dalam negeri mempunya daya saing dengan produk yang masuk dari luar negeri.

    "Saya awali dengan himbauan dulu. Kalau dalam kurun waktu tertentu masih tidak mau juga menjual produk dalam negeri, maka izinkan saya menempatkan aturan wajib menjual produk dalam negeri," ujar Enggartiasto dalam sambutannya di puncak kegiatan Hari Konsumen Nasional (Harkonas) ke-VI di Alun-Alun Taman Merdeka Pangkalpinang, Senin, 24 April 2018.

    Simak: Wajib, Pernyataan Iklan Produk Dalam Negeri

    Menurut Enggartiasto, pihaknya sudah mengumpulkan marketplace untuk meminta kesadaran pelaku usaha yang dalam jumlah tertentu bisa menjual dan mempromosikan produk dalam negeri.

    ADVERTISEMENT

    "Kita ingin menjaga konsumen dari masuknya barang yang ditenggarai tidak memiliki SNI, tidak memenuhi persyaratan keterangan yang berbahasa Indonesia dalam produk tersebut, dan juga persoalan lainnya," ujar dia.

    Enggartiasto menuturkan era digital membuat penjualan via online tidak terbendung dan sulit untuk dihentikan. Persaingan usaha, kata dia, yang semua hanya persaingan antar produk dan persaingan satu daerah dengan daerah lain yang menghasilkan produk yang sama, kini sudah menjadi persaingan antar negara.

    "Terjadi ketidakadilan antara pelaku usaha offline dengan online. Mereka yang menjual melalui toko dan gerai, harus kalah dengan pelaku usaha online dengan marketplace yang begitu besar, tidak bayar kewajiban kepada karyawan dan lainnya. Kita sedang menata persoalan ini. Paling tidak mendekati sama persaingan yang sehat antara usaha offline dengan online," ujar dia.

    Enggartiasto menambahkan pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas dengan lebih teliti dan berhati-hati saat akan membeli produk. Pihaknya juga terus mendorong masyarakat membeli produk dalam negeri.

    "Konsumen sekarang sudah banyak alternatif produk. Ada beberapa aspek pertimbangan yang perlu diperhatikan, salah satunya kualitas. Apalagi era digital saat ini komunikasi bisa lebih cepat untuk mendapatkan dan mendatangkan produk barang," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...