Pasar Properti Melemah, Pendapatan Lippo Cikarang Turun 3 Persen

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin Redaksi Harian Kompas Rikard Bagun, Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie, CEO Lippo Group James Riady, Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan, Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan, Presiden Meikarta Ketut Budi Wijaya di acara topping off dua tower di Meikarta,  29 Oktober 2017. TEMPO | ADI WARSONO

    Pemimpin Redaksi Harian Kompas Rikard Bagun, Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie, CEO Lippo Group James Riady, Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan, Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan, Presiden Meikarta Ketut Budi Wijaya di acara topping off dua tower di Meikarta, 29 Oktober 2017. TEMPO | ADI WARSONO

    TEMPO.CO, Jakarta - Emiten properti PT Lippo Cikarang Tbk sepanjang 2017 meraup pendapatan Rp 1,5 triliun atau turun 3 persen dibandingkan dengan pendapatan pada 2016 sebesar Rp 1,54 triliun. Namun laba bersih perusahaan pada tahun lalu hanya Rp 367 miliar, atau turun hingga 32 persen dibanding Rp 540 miliar pada 2016.

    Pencapaian tahun lalu yang lemah oleh emiten dengan kode saham LPCK ini disebabkan oleh melemahnya pasar properti Indonesia pada 2017. “Meski demikian, dengan proyek Meikarta sebagai kota modern, terindah, dan terlengkap fasilitasnya, Lippo Cikarang memiliki proyek yang berkesinambungan untuk pertumbuhan masa depan,” kata Ivan Budiono, Presiden Direktur Lippo Cikarang, dalam siaran pers yang dikutip pada Selasa, 24 April 2018.

    Baca: Perhitungan Lippo Berani Berinvestasi Besar di Meikarta Cikarang

    Pendapatan dari hunian dan apartemen sebesar Rp 1,12 triliun, atau menyumbang 75 persen dari total pendapatan. Pendapatan dari komersial dan ruko Rp 54 miliar, menyumbang 4 persen terhadap total pendapatan, sedangkan dari industri Rp 33 miliar, menyumbang 2 persen dari total pendapatan.

    Pendapatan berulang LPCK naik 7 persen menjadi Rp 285 miliar dari Rp 267 miliar pada  2016, memberikan kontribusi 19 persen dari total pendapatan perseroan pada 2017. Total aset tumbuh sehat sebesar 119 persen menjadi Rp 12,37 triliun pada 2017 dari Rp 5,65 triliun pada akhir 2016.

    Peningkatan aset tersebut terutama disebabkan oleh penambahan persediaan sebesar Rp 5,12 triliun untuk infrastruktur, Rp 1,74 triliun untuk rumah hunian, ruko, dan apartemen, serta penambahan tanah dalam pematangan sebesar Rp 1,93 triliun, juga reklasifikasi uang muka pembelian tanah Rp 1,43 triliun.

    PT Lippo Cikarang Tbk adalah pengembang kawasan perkotaan yang memiliki lahan seluas lebih dari 3.400 hektare dengan kawasan industri sebagai basis ekonomi. LPCK telah berhasil membangun lebih dari 14 ribu hunian, dengan penghuni 51.250 orang dan 500.500 orang yang bekerja setiap hari di sekitar 1.200 perusahaan manufaktur yang tersebar di kawasan industri Lippo Cikarang. LPCK merupakan anak perusahaan PT Lippo Karawaci Tbk atau LPKR.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?