Ramadan, Bisnis Pembiayaan Umrah Belum Tentu Melonjak Karena...

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Umat Muslim melakukan tawaf dengan mengelilingi Kakbah saat melakukan ibadah Haji di Mekkah, Saudi Arabia, 26 Agustus 2017. Ibadah haji dilakukan oleh umat Muslim setiap tahunnya pada tanggal 8-12 Dzulhijjah. REUTERS

    Umat Muslim melakukan tawaf dengan mengelilingi Kakbah saat melakukan ibadah Haji di Mekkah, Saudi Arabia, 26 Agustus 2017. Ibadah haji dilakukan oleh umat Muslim setiap tahunnya pada tanggal 8-12 Dzulhijjah. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Datangnya bulan Ramadan tidak serta merta mendongkrak penyaluran pembiayaan khusus untuk umrah oleh pelaku usaha pembiayaan atau multifinance. Oleh karena itu, Presiden Direktur Amitra Amitra – brand pembiayaan syariah di bawah Grup FIF, Zulkarnaen Prasetya,, menyatakan pihaknya tidak memasang target tinggi.

     

    Pasalnya, menurut Zulkarnaen, meskipun minat terhadap perjalanan umrah pada Ramadan lebih tinggi dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya, realisasinya tak selalu demikian. Pasalnya, pada periode tersebut banyak pelaku usaha biro perjalanan yang menawarkan paket ibadah dengan biaya lebih tinggi.

    Baca: Menjelang Ramadan, BPOM Masih Temukan Tahu dan Mi Berformalin

    “(Minat) Umrah pada Ramadan memang lebih banyak. Tetapi, pada bulan ini justru paket mahal. Kami lebih banyak menyalurkan pada low season seperti pada Maret, April, Februari, dan akhir tahun,” kata Zulkarnaen, Senin, 23 April 2018.

    Anak perusahaan FIF Grup ini, kata Zulkarnaen, menargetkan total penyaluran pembiayaan sepanjang tahun ini mencapai sekitar Rp 500 miliar. Artinya penyaluran pembiayaan itu tumbuh 25 persen dibandingkan pembiayaan yang disalurkan pada tahun sebelumnya sekitar Rp 400 miliar.

    Zulkarnaen menjelaskan, secara rata-rata, setiap bulan perseroan menyalurkan pembiayaan sekitar Rp 40 miliar. Adapun, pembiayaan umrah memberikan kontribusi sekitar 20 persen terhadap total pembiayaan yang disalurkan perseroan. Sementara itu, kontribusi pembiayaan terbesar masih disumbang oleh pembiayaan sepeda motor Honda.

    Lebih jauh, Zulkarnaen menyatakan optimistis pembiayaan umrah akan terus tumbuh sejalan dengan minat melakukan perjalanan wisata religi. Apalagi, Amitra telah meluncurkan pembiayaan umrah tanpa jaminan sejak 2016. "Kami (pembiayaan umrah) sudah ada sejak 2 tahun lalu. Dan kami yakin akan terus tumbuh," katanya.

    Perusahaan pembiayaan penyelenggara umrah lainnya, PT Al Ijarah Indonesia Finance (Alif) yakin bisa merealisasikan target penyaluran pembiayaan senilai Rp 800 miliar sepanjang tahun ini. Corporate Communication Alif, Haindry Barda, menyebutkan, pembiayaan yang disalurkan sepanjang tahun lalu senilai Rp 552 miliar atau sebesar 92 persen dari target senilai Rp 600 miliar. 

    Keyakinan ini sejalan dengan produk pembiayaan baru yang harapannya segera dapat diluncurkan pada semester ini yakni pembiayaan umrah non collateral dan pembiayaan KPR. Selain itu, mulai awal tahun ini perseroan memacu kerja sama dengan dengan agen pembiayaan dan show room guna menggenjot realisasi pembiayaan pada awal tahun.

    Di samping itu, perseroan rutin menggelar pertemuan sehingga menarik lebih banyak nasabah yang di antaranya juga untuk menjaring minat untuk umrah di bulan Ramadan tahun ini.  "Kerja sama dengan show room, maintenance nasabah, dan gathering. Itu yang mempengaruhi cukup signifikan pertumbuhan di awal tahun," kata Haindry. 

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.