Garuda Indonesia Kini Layani Penerbangan Mumbai-Denpasar PP

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Garuda Indonesia tinggal landas di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, (11/2). ANTARA/Ismar Patrizki

    Pesawat Garuda Indonesia tinggal landas di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, (11/2). ANTARA/Ismar Patrizki

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai Garuda Indonesia resmi membuka rute penerbangan baru Mumbai-Denpasar PP. Penerbangan perdana dibuka pada Senin pagi, 23 April 2018, menggunakan pesawat Airbus A330-200 berkapasitas 222 penumpang dengan konfigurasi 36 kelas bisnis dan 186 kelas ekonomi.

    Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N. Mansury mengatakan penerbangan dari Mumbai, India, menuju Denpasar, Bali, Indonesia, juga akan menjadi hub untuk rute-rute domestik lain, di antaranya Yogyakarta, Ujung Pandang, Manado, Labuan Bajo, dan berbagai destinasi wisata domestik lain yang saat ini terus dikembangkan pemerintah.

    Baca juga: Garuda Indonesia Buka Rute Jakarta-Pangkalan Bun Juni 2018

    “Pembukaan rute baru ini juga merupakan upaya Garuda Indonesia mendukung program Kementerian Pariwisata untuk meningkatkan jumlah wisatawan ke Indonesia, khususnya wisatawan India,” Ucap Pahala di Bandara Ngurah Rai, Bali, Selasa, 24 April 2018.

    Rute yang akan dilayani dua kali seminggu, yakni pada Senin dan Kamis, ini menggunakan Airbus A330-200 serta diharapkan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dari India ke Indonesia.

    Pahala menegaskan, Mumbai dipilih karena bandara internasional Mumbai, yakni Chhatrapati Shivaji International Airport (CSIA), merupakan salah satu bandara dengan tingkat trafik penerbangan tertinggi di India.

    Lebih lanjut, Pahala menuturkan Garuda Indonesia akan menambah frekuensi penerbangan menjadi empat kali seminggu pada akhir tahun.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.