Serikat Pekerja Pertamina Khawatirkan Pergantian Direksi

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Rombak Direksi Pertamina

    Menteri BUMN Rombak Direksi Pertamina

    TEMPO.CO, Jakarta -Keputusan Kementerian Badan Usaha Milik Negara merombak direksi PT Pertamina (Persero) terus menuai kritik. Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu, Arie Gumilar, mengkhawatirkan kerapnya pergantian dalam waktu singkat di pucuk pimpinan perseroan bakal berdampak negatif terhadap pekerja dan perusahaan.

    “Bagaimana jadi perusahaan energi kelas dunia kalau setiap direksi baru harus beradaptasi, bahkan menyetel ulang kembali program kerjanya,” kata Arie kepada Tempo, Senin, 23 April 2018.

    Arie mempersoalkan pergantian direksi pada Jumat pekan lalu yang tak sekaligus menunjuk direktur utama definitif. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Pertamina yang digelar Menteri BUMN Rini Soemarno hanya menunjuk Direktur Sumber Daya Manusia Nicke Widyawati sebagai pelaksana tugas direktur utama menggantikan Elia Massa Manik.

    Artinya, pemerintah bakal kembali menentukan direktur utama definitif. Sejumlah sumber di pemerintah dan internal perseroan mengungkapkan tiga nama yang paling berpeluang menjadi calon bos baru.

    Nicke Widyawati menjadi salah satu kandidat di antara dua calon lainnya, yaitu Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan Kementerian BUMN Ahmad Bambang serta Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam. (Koran Tempo edisi 23 April 2018: Tiga Nama Bersaing Menjadi Dirut Pertamina).

    Simak: Gonta-ganti Direksi, Bisnis Pertamina Bakal Terhambat

    Arie menduga kerapnya pergantian direksi disebabkan tingginya posisi tawar jabatan tersebut di mata politikus hingga para pemburu rente. “Ini semakin menguatkan dugaan adanya kepentingan bisnis dan politik,” kata Arie.

    Pada Jumat pekan lalu, Kementerian Badan Usaha Milik Negara merombak jajaran direksi Pertamina. Selain Elia Massa Manik yang dicopot dari jabatan Direktur Utama, ada empat direktur yang diganti melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa perusahaan pelat merah itu. Untuk sementara, Kementerian BUMN menunjuk Nicke Widyawati sebagai pelaksana tugas Direktur Utama sekaligus Direktur SDM.

    Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara juga menyoroti perombakan direksi. Bhima khawatir perombakan jajaran direksi PT Pertamina (Persero) bakal berpengaruh buruk pada kinerja perusahaan. "Pasti akan mempengaruhi kebijakan-kebijakan strategis Pertamina ke depannya kalau umur jabatan direksinya pendek-pendek. Karena harus sibuk melakukan penyesuaian arahan direksi baru,” kata Bhima kepada Tempo, Ahad, 22 April 2018.

    Setidaknya ada sejumlah alasan Kementerian BUMN mengganti lima direktur Pertamina itu. Pertama, bagian dari upaya mempercepat proses pembentukan perusahaan induk (holding) di sektor minyak dan gas. Kedua, perkembangan kondisi terakhir kejadian kecelakaan pipa di Balikpapan dan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).

    ROBBY IRFANY | GHOIDA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.