DPR Minta Bank Mandiri Tingkatkan Penyaluran KUR

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Bank Mandiri. Free Vector CDR

    Logo Bank Mandiri. Free Vector CDR

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR meminta Bank Mandiri meningkatkan penyaluran kredit usaha rakyat atau KUR untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat. Hal tersebut diungkapkan dalam Rapat Dengar Pendapat atau RDP yang digelar di Ruang Rapat Komisi XI DPR RI, Jakarta pada Senin, 23 April 2018.

    "Komisi XI DPR meminta kepada Bank Mandiri untuk melakukan terobosan dalam menumbuhkan wirausaha baru sejalan dengan RUU tentang Kewirausahaan," ujar Wakil Ketua Komisi XI DPR Achmad Hafisz Thohir saat membacakan kesimpulan rapat.

    Simak: Laba Bersih Bank Mandiri Tumbuh 49,5 Persen

    KUR adalah kredit atau pembiayaan yang diberikan oleh perbankan kepada UMKMK yang feasible tetapi sifatnya belum bankable. Target penyaluran KUR tahun 2018 adalah Rp120 triliun.

    Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan, pada 2017, bank pelat merah itu sudah menyalurkan KUR sebesar Rp13,34 triliun. Nilai tersebut 102,6 persen dari target KUR sebesar Rp13 triliun alias melebihi kewajiban yang ditetapkan pemerintah.

    Dari total penyaluran KUR Bank Mandiri, sebesar Rp 2 triliun diserap untuk KUR mikro sedangkan Rp1,3 triliun untuk KUR ritel. Bank Mandiri menargetkan, penyaluran KUR pada 2018 naik menjadi Rp14,56 triliun. "Ini sesuai keinginan perseroan dalam menciptakan nilai tambah di masyarakat," ujar Kartika di lokasi yang sama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.