Direksi Pertamina Dirombak, Hiswana Migas: BBM Jangan Langka Lagi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • BBM dengan jenis Premium di sejumlah SPBU di Kota Padang langka, setelah pemerintah mengumumkan turunnya harga BBM sejak dinihari tadi. TEMPO/Andri El Faruqi

    BBM dengan jenis Premium di sejumlah SPBU di Kota Padang langka, setelah pemerintah mengumumkan turunnya harga BBM sejak dinihari tadi. TEMPO/Andri El Faruqi

    TEMPO.CO, Banjarmasin - Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kalimantan Selatan, Syaibani, berharap PT Pertamina (Persero) lebih profesional dalam pengelolaan bahan bakar minyak (BBM) sehingga jangan ada lagi kelangkaan seperti yang terjadi belakangan ini. "Selama ini yang terjadi, Kalsel sering kekurangan stok, sehingga terjadi antrean panjang di SPBU, mohon hal tersebut tidak terjadi lagi," katanya, Senin, 23 April 2018.

    Hal ini menanggapi perombakan jajaran direksi Pertamina pada Jumat pekan lalu. Selain Elia Massa Manik yang dicopot dari jabatan Direktur Utama, ada empat direktur yang diganti melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa perusahaan pelat merah itu. Untuk sementara, Kementerian BUMN menunjuk Nicke Widyawati sebagai pelaksana tugas Direktur Utama sekaligus Direktur SDM.

    Baca: Luhut Pandjaitan Minta Pertamina Tak Dijadikan Sapi Perah

    Setidaknya ada sejumlah alasan Kementerian BUMN mengganti lima direktur Pertamina itu. Pertama, bagian dari upaya mempercepat proses pembentukan perusahaan induk (holding) di sektor minyak dan gas. Kedua, perkembangan kondisi terakhir kejadian kecelakaan pipa di Balikpapan dan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).

    Lebih jauh Syaibani berharap dengan pergantian jajaran direksi itu bakal membawa pengelolaan Pertamina yang lebih independen dan fokus untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. "Saya yakin, bila Pertamina dikelola secara fokus dan independen, akan jauh lebih baik, dan bisa perusahaan akan menjadi lebih besar dan kuat," katanya.

    Menurut Syaibani, Pertamina harus mendapatkan keleluasaan untuk bisa mengelola usahanya dengan lebih baik dan profesional tanpa campur tangan dari siapa pun. Begitu juga dengan pemerintah, harus meningkatkan fungsi pengawasannya, sehingga stabilitas BBM bisa terjaga dengan lebih baik.

    Ke depan, kata Syaibani, Pertamina harus dikelola oleh orang yang benar-benar profesional di bidangnya, tanpa intervensi dan campur tangan politik dari pihak manapun. "Harapan saya, melalui manajemen yang baru, Kalsel akan mendapatkan perhatian lebih. Sehingga berbagai persoalan BBM dan gas termasuk upaya pengendalian distribusi, juga terlaksana secara baik dan bijak," ucapnya.

    Saat ini, tambah dia, distribusi BBM dan berjalan cukup baik, kendati sebelumnya sempat terjadi kelangkaan, karena Pertamina harus mengendalikan distribusi. "Menurut Pertamina, kelangkaan yang terjadi selama ini bukan pengurangan stok, tetapi pengendalian distribusi untuk BBM bersubsidi," tuturnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.