Menjelang Ramadan 2018, Kemendag Gandeng BUMN Jaga Harga Sembako

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengecek stok sembako di gudang Perum Bulog, Jakarta, 9 Januari 2018. TEMPO/Tony Hartawan

    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengecek stok sembako di gudang Perum Bulog, Jakarta, 9 Januari 2018. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Pangkalpinang - Kementerian Perdagangan menggandeng badan usaha milik negara (BUMN) untuk menjaga stabilitas harga sembilan bahan kebutuhan pokok (sembako) selama Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2018.

    "Kemendag, sesuai amanat Presiden Joko Widodo, sangat concern menjaga stabilitas harga sembako," kata Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Iklim Usaha dan Hubungan Antarlembaga Suhanto seusai jalan sehat Peringatan Hari Konsumen di Pangkalpinang, Minggu, 22 April 2018.

    Baca juga: Menjelang Ramadan, 90 Persen Produk yang Digadaikan adalah Emas

    Ia mengatakan, dalam lima tahun terakhir, harga berbagai kebutuhan pokok masyarakat stabil. Artinya, tidak ada gejolak harga yang memberatkan ekonomi masyarakat.

    Karena itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menginstruksikan semua pejabat di kementeriannya turun ke lapangan untuk menjaga stabilitas harga pangan di masyarakat.

    "Kami menggandeng BUMN, seperti Bulog, dan perusahaan lainnya terkait distribusi pangan untuk meyakinkan masyarakat menjelang atau selama Ramadan hingga Lebaran harga sembako stabil," katanya.

    Kementerian Perdagangan juga akan melakukan rapat koordinasi di semua provinsi untuk menjaga stok, distribusi, dan harga berbagai kebutuhan pokok selama Ramadan dan Lebaran.

    "Kami sudah menerapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk beberapa produk, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan daging beku, sebagai upaya menjaga gejolak harga," ujarnya.

    Menjelang Ramadan, dia mengatakan HET gula pasir Rp 12.500 per kilogram, minyak goreng Rp 11 ribu per kilogram, dan daging sapi beku Rp 80 ribu per kilogram. "Kami terus berupaya meyakinkan masyarakat bahwa stok dan distribusi berbagai kebutuhan pokok berjalan aman serta cukup untuk memenuhi permintaan menjelang hari besar keagamaan Islam," ucapnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.