Nicke Widyawati, Lulusan ITB yang Didapuk Jadi Plt Pertamina

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nicke Widyawati. twitter.com

    Nicke Widyawati. twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara mengangkat Nicke Widyawati sebagai pelaksana tugas Direktur Utama Pertamina. Ia menggantikan Elia Massa Manik yang dicopot dari jabatannya.

    Menurut Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian Badan Usaha Milik Negara Fajar Harry Sampurno, Nicke menjabat pelaksana tugas hingga Direktur Utama Pertamina yang baru telah dipilih dan disetujui Presiden Joko Widodo atau Jokowi. "Kalau Dirut, harus dapat persetujuan Presiden," ucapnya.

    Sebelum menjabat plt Dirut Pertamina, Nicke Widyawati adalah Direktur Sumber Daya Manusia Pertamina sejak 27 November 2017. Pada 13 Februari 2018, Nicke Widyawati rangkap jabatan sebagai plt Direktur Logistik, Supply Chain, dan Infrastruktur.

    Nicke lahir di Tasikmalaya, 25 Desember 1967. Ia adalah lulusan teknik industri Institut Teknologi Bandung dan master di Jurusan Hukum Bisnis Universitas Padjadjaran, Bandung.

    Baca: Direktur Utama Pertamina Dicopot, Ini Alasannya

    Nicke tercatat sebagai Direktur Pengadaan Strategis 1 PT PLN (Persero) sejak 2009. Sebelum ke PLN, Nicke adalah direktur bisnis di PT Rekayasa Industri (Rekind) dan vice president corporate strategy unit (CSU) di perusahaan yang sama.

    Menurut Fajar, diangkatnya Nicke Widyawati karena ia adalah Ketua Tim Implementasi Holding Migas. “Komisaris itu sudah melakukan laporan mengenai kajian komprehensif tentang SK 39,” tuturnya.

    Hal-hal yang dilaporkan Komisaris Pertamina ke Menteri BUMN Rini Soemarno, kata Fajar, antara lain mengenai holding migas, persoalan BBM, kecelakaan di Balikpapan, kondisi keuangan Pertamina, dan kilang minyak yang belum selesai. “Yang terakhir tentang kelangkaan itu,” ujar Fajar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.