Direktur Utama Pertamina Diganti, Komisi VII DPR: Tepat

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Utama Kantor Pusat Pertamina. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Gedung Utama Kantor Pusat Pertamina. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Eni Maulani Saragih menilai pergantian direksi PT Pertamina saat ini memang tepat. Pasalnya, kinerja direksi yang dipimpin Elia Massa Manik itu disebut tidak sesuai ekspektasi, terutama terkait pengembangan proyek seperti kilang.

    "Saya pikir memang bagus diganti, dan harapannya penggantinya akan membuat perubahan yang signifikan, terutama proyek-proyek besar seperti kilang. Itu kan proyek yang juga menjadi nawacita Presiden Joko Widodo," ujarnya pada Jumat, 20 April 2018.

    Baca juga: Nicke Widyawati Jadi Plt Dirut Pertamina Terkait Holding Migas

    Eni mengatakan kalau dilihat memang proyek pengembangan kilang pada masa kepemimpinan Elia Massa Manik tidak terlalu terlihat. Ditambah pula dengan adanya kejadian tumpahan minyak di Balikpapan.

    Menurut Eni, pergantian ini bukan sekedar permasalahan tumpahan minyak di Balikpapan maupun perkembangan proyek kilang yang lamban. "Kinerja secara keseluruhan tidak terlalu bagus," ujarnya.

    Dalam RUPSLB Pertamina pada 20 April 2018 telah diputuskan Elia Massa Manik selaku Direktur Utama digantikan oleh pelaksana tugas (Plt) Nicke Widyawati yang merangkap sebagai Direktur SDM.

    Baca juga: Direktur Utama Pertamina Dicopot, Ini Alasannya

    Lalu, Toharso digantikan Budi Santoso Syarif sebagai Direktur Pengolahan. Sebelumnya, Budi adalah VP refining Technology Pengolahan.

    Dwi Daryoto digantikan oleh M. Haryo Junianto sebagai Direktur Manajemen Asset, sedangkan Ardhy N. Mokobombang digantikan oleh Heru Setiawan sebagai direktur Mega Proyek.

    Muchamad Iskandar sebagai Direktur Marketing Korporasi digantikan oleh Basuki Trikora Putra. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Senior Vice President Non Fuel Marketing Pertamina. Lalu, Direktur Marketing Ritel diemban oleh Masud Hamid, dan Direktur Supplychain Infrastruktur Logistik dijabat oleh Gandhi Sriwidjojo.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.