Direktur Utama Pertamina Dicopot, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Elia Massa Manik dan Nicke Widyawati. Dok TEMPO-Facebook

    Elia Massa Manik dan Nicke Widyawati. Dok TEMPO-Facebook

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah mengganti jajaran direksi PT Pertamina (Persero). Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan ada lima direktur yang diganti melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang digelar hari ini. Salah satu yang diganti ialah Direktur Utama Elia Massa Manik.

    Deputi Kementerian BUMN Bidang Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Fajar Harry Sampurno menyebut kelima direktur yang dicopot itu adalah direktur utama, direktur megaproyek, direktur pengolahan, direktur aset, serta direktur pemasaran dan korporat. "Untuk sementara, pelaksana tugas direktur utama sekaligus direktur SDM adalah Bu Nicke (Nicke Widyawati) sambil menunggu pejabat definitif," kata Harry di gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat, 20 April 2018.

    Baca: Pertamina Klaim Produksi Minyak Kilang Balikpapan Stabil

    Harry menyatakan kementerian sudah menentukan pengisi dari kelima posisi yang ditinggalkan. Mereka adalah Direktur Pengolahan Budi Santoso Sarif, Direktur Pemasaran Korporat Basuki Trikora Putra, Direktur Pemasaran Ritel Masud Hamid, Direktur Manajemen Aset Haryo Junianto. Lalu Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Heru Setiawan serta Direktur Infrastruktur dan Logistik Gandy Sri Widodo.

    Kementerian, kata Harry, mempunyai alasan tersendiri ihwal pergantian kelima direktur. Menurut dia, perombakan manajemen merupakan bagian dari upaya mempercepat proses pembentukan perusahaan induk (holding) di sektor minyak dan gas. "Kedua, melihat perkembangan kondisi terakhir kejadian kecelakaan pipa di Balikpapan dan kelangkaan BBM (bahan bakar minyak)," katanya.

    Lihat juga video: Anak Muda Ini Sukses 11 Bikin Kafe Kopi Bermodal Sofa Bekas

    Pemerintah, ucap Harry, berharap dengan perubahan ini proses holding bisa berjalan lebih cepat. Lebih lanjut, menurut dia, perubahan direksi disebut-sebut tidak akan mengganggu kinerja Pertamina. "(Nama) Calon dirutnya belum bisa saya sampaikan."

    Dalam empat bulan terakhir ini Kementerian BUMN sudah merombak jajaran direksi Pertamina. Perubahan pertama terjadi pada Februari lalu. Perombakan kedua, yang dilakukan pada April ini, merupakan yang terbanyak. (*)

    Lihat juga video: Sebelum Bikin Anomali Coffee, Anak Muda Ini Terhipnotis Kopi Sejak SMP

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.