Rupiah Kembali Tertekan karena Dampak Kenaikan Bunga The Fed

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Uang dolar/Rupiah/Penukaran uang. TEMPO/Imam Sukamto

    Ilustrasi Uang dolar/Rupiah/Penukaran uang. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat melemah hingga menembus level Rp 13.800 per dolar AS, Jumat pagi, 20 April 2018. Dibuka di level Rp 13.799 pada awal perdagangan, rupiah terus melemah hingga menyentuh level 13.815 pada pukul 12.00.

    Baca: Bank Indonesia: Rupiah Belum Tentu Menguat di Kuartal II

    Sebelumnya, Deputi Gubernur Bank Indonesia ( BI) menyatakan, nilai tukar rupiah memang mengalami depresiasi pada Maret 2018. Namun, rupiah kembali bergerak stabil pada paruh pertama April 2018. "Pada Maret 2018, secara rata-rata harian rupiah terdepresiasi 1,13 persen," kata Dody saat ditemui di kantornya pada Kamis malam, 20 April 2018.

    Dody menjelaskan, tertekannya nilai tukar rupiah disebabkan perbaikan indikator ekonomi AS yang diikuti ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga Fed Fund Rate (FFR) yang lebih agresif. Selain itu, juga disebabkan karena risiko berlanjutnya perang dagang AS-Cina. Sementara untuk faktor domestik, semuanya ditengarai dalam posisi terkendali.

    Pada awal Maret 2018, rupiah juga sempat menembus level Rp 13.800 per dolar AS. Saat itu, Bank Indonesia menyatakan siap melakukan stabilisasi dan intervensi untuk mengantisipasi agar rupiah tidak terus melemah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?