BI Sebut Tambahan Libur Lebaran Genjot Konsumsi Masyarakat

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Bank Indonesia. REUTERS/Iqro Rinaldi/File Photo

    Logo Bank Indonesia. REUTERS/Iqro Rinaldi/File Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo menilai keputusan pemerintah untuk menambah libur lebaran, akan menggenjot tingkat konsumsi masyarakat yang berdampak positif bagi kondisi perekonomian Indonesia.

    "Jadi akan semakin banyak uang kuartal yang akan digunakan, konsumsi juga meningkat," ujar Dody di kantornya pada Kamis, 19 April 2018.

    Simak: Libur Lebaran 2018 Terpanjang dalam 11 Tahun Terakhir

    Pemerintah menambah tiga hari cuti bersama, berkaitan dengan libur Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah yang jatuh pada 14 dan 15 Juni 2018. Penambahan cuti diberikan pada tanggal 11-12 Juni 2018 dan 20 Juni 2018.

    Penambahan cuti bersama tersebut telah dituangkan dalam SKB tiga menteri dan telah ditandatangani oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur, disaksikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada Rabu, 18 April 2018. 

    Menurut Dody, penambahan libur lebaran juga tidak akan menggangu dunia usaha karena perusahaan, ujarnya, pasti sudah menyediakan stok sebelum libur. "Produksi tidak terganggu, konsumen tetap terlayani," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.