Gempa Banjarnegara, Listrik Kembali Normal Hari Ini

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melihat kondisi rumah yang ambruk akibat gempa di Desa Kertosari, Kalibening, Banjarnegara, Jateng, 19 April 2018. Jumlah total pengungsi gempa mencapai 526 KK. ANTARA/Idhad Zakaria.

    Warga melihat kondisi rumah yang ambruk akibat gempa di Desa Kertosari, Kalibening, Banjarnegara, Jateng, 19 April 2018. Jumlah total pengungsi gempa mencapai 526 KK. ANTARA/Idhad Zakaria.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT PLN mengklaim kondisi listrik di Banjarnegara sudah kembali normal hari ini, pasca gempa 4,4 skala Richter, kemarin, Rabu siang, 18 April 2018. Manajer PT PLN Area Purwokerto Armunanto mengatakan semua kilowatt meter dan kabel sambungan rumah pada bangunan yang roboh di semua desa terdampak telah diamankan.

    “Saat ini listrik telah normal kembali pada pukul 13.30 WIB,” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis, 19 April 2018.

    Armunanto mengatakan PLN menurunkan sejumlah personel sejak gempa terjadi untuk menyisir kerusakan jaringan. Dari tinjauan itu ditemukan satu tiang miring di Desa Kertosari. Selain itu, ditemukan kabel tegangan rendah lepas di dua titik sehingga menyebabkan 65 pelanggan PLN mengalami pemadaman.

    Simak: Gempa Banjarnegara, 316 Rumah Rusak

    Sehari pasca-gempa, Armunanto menuturkan PLN menyiagakan 26 personel yang terdiri atas tim teknik rayon, tim posko jaga Kalibening, tim pelayanan teknik, dan tim pemeliharaan 24 jam. Tim disiapkan untuk mengamankan sambungan rumah dan pemulihan jaringan yang masih padam.

    “Secara keseluruhan tidak ada kerusakan yang signifikan pada jaringan listrik tegangan rendah. Namun penyalaan sempat terganggu akibat kondisi tanah yang masih belum stabil," ujar Armunanto.

    Gempa Banjarnegara terjadi di kedalaman 4 kilometer dan 52 kilometer utara Kebumen, Jawa Tengah. Gempa itu menyebabkan sekitar 300 rumah rusak. Selain itu, lebih dari 2.000 orang mengungsi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.