Tingkatkan Mutu SDM, Darmin Gelar Rakor Roadmap Sekolah Vokasi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia Darmin Nasution, saat memberikan paparan materi di acara Digital Economic Briefing 2017 yang digelar oleh Tempo Media Group di Gedung Indosat Ooredoo Pusat, Jakarta, 16 November 2017. TEMPO/Andi Aryadi

    Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia Darmin Nasution, saat memberikan paparan materi di acara Digital Economic Briefing 2017 yang digelar oleh Tempo Media Group di Gedung Indosat Ooredoo Pusat, Jakarta, 16 November 2017. TEMPO/Andi Aryadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengadakan rapat koordinator dengan beberapa menteri terkait guna membahas pemetaan sekolah vokasi. Hal tersebut terkait revolusi industri making Indonesia 4.0 yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo.

    “Oleh karena itu kita harus mendorong kompetensi baru secara masif, direvitalisasi, serta menyusun payung hukum pengembangan vokasi,” tutur dia di kantor Kemenko Perekonomian, Kamis, 19 April 2018.

    Simak: Darmin: Vokasi untuk Kejar Ketertinggalan dalam Jangka Pendek

    Darmin mengatakan ada enam sektor penggerak perekonomian, yaitu manufaktur, agribisnis, pariwisata, tenaga kesehatan, ekonomi digital, dan pekerja migran. Menurutknya sektor tersebut dapat menyerap banyak tenaga kerja setia tahunnya.

    Menurut Darmin, perkembangan ekonomi digital membutuhkan kompetensi baru bagi tenaga kerja Indonesia. Sebab terdapat kesamaan antara kebutuhan industri yang memerlukan tenaga kerja yang handal dengan minimnya tenaga kerja ahli.

    Usai melakukan rapat dengan Darmin, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhammad Hanif mengatakan ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Yaitu, kualitas, kuntitas, serta persebaran yang harus merata di berbagai daerah.”Maka peran pemerintah daerah penting, untuk mendukung pelatihan vokasi ini,” tutur dia.

    Hanif juga menyarankan adanya sertifikasi keahlian di bisang tertentu, menurutnya hal tersebut akan membawa manfaat bagi tenaga kerja. “Dengan adanya sertifikat keahlian, selain meningkatkan kompetensi, nantinya tenaga kerja bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik,” ucap dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.