Pembangunan Kampus Islam Ini Masuk Proyek Strategis Nasional

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Tim Implementasi Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Wahyu Utomo disampingi Direktur Program KPPIP Rainier Haryanto menjelaskan kemajuan PSN dan KEK, Senayan, Jakarta Selatan,  6 Juli 2017. Tempo/Aghniadi

    Ketua Tim Implementasi Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Wahyu Utomo disampingi Direktur Program KPPIP Rainier Haryanto menjelaskan kemajuan PSN dan KEK, Senayan, Jakarta Selatan, 6 Juli 2017. Tempo/Aghniadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Wahyu Utomo mengatakan pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), merupakan proyek yang disetujui masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional.

    Wahyu menjelaskan alasan pembangunan universitas yang nantinya terletak di Cimanggis, Depok tersebut dikarenakan pemerintah menginginkan Indonesia memiliki pusat pembelajaran Agama Islam bertaraf internasional. “Kita ingin menjadi pusat science dunia,” ucap dia di kantor Kemenko Perekonomian, Kamis, 19 April 2018.

    Simak: Pemerintah Coret 14 Proyek Strategis, dari MRT Hingga Jalan Tol

    Menurut Wahyu dengan dibangunnya universitas Islam bertaraf internasional akan menghasilkan devisa dari kedatangan para mahasiswa luar negeri yang belajar ke Indonesia. Selain itu, kata dia nama Indonesia akan lebih terkenal di bidang pendidikan Agama Islam.

    Sebelumnya, terjadi polemik dalam pembanguan universitas tersebut. Lokasi UIII terletak di sekitar bangunan tua peninggalan Belanda di Cimanggis, yang diperkirakan telah berusia 200 tahun. Bangunan itu dulunya ditempati Gubernur Jenderal Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) Petrus Albertus van der Parra.

    Direktur Program KPPIP Kemenko Perekonomian, Rainer Haryanto mengatakan studi soal proyek pembangunan universitas tersebut sudah dilakukan oleh Kemneterian PUPR. "Sepengatahuan kami, telah mempertimbangkan seluruh aspek, termasuk cagar budaya dan rasio wilayah hijau,” tutur dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.