Lebaran 2018, Pelni Kerahkan Kapal Tambahan di 15 Rute Pelayaran

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memberikan arahan kepada pemudik sepeda motor saat akan menaiki kapal saat pelepasan mudik gratis Pelni menggunakan KM Dobonsolo di pelabuhan penumpang Tanjung Priok, Jakarta (3/8).  ANTARA/Zabur Karuru

    Petugas memberikan arahan kepada pemudik sepeda motor saat akan menaiki kapal saat pelepasan mudik gratis Pelni menggunakan KM Dobonsolo di pelabuhan penumpang Tanjung Priok, Jakarta (3/8). ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) akan mengerahkan kapal untuk tambahan 15 rute pelayaran se-Indonesia guna persiapan arus mudik Lebaran 2018.

    Direktur Utama PT Pelni Insan Purwarisya L Tobing mengatakan langkah tersebut untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang kemungkinan terjadi di beberapa rute pada arus mudik Lebaran 2018.

    Baca juga: Mudik 2018, 25 BUMN Beri 25.285 Tiket Gratis Naik Kapal Pelni

    "Kita secara keseluruhan memang ada penambahan di 15 rute. Rute-rute itulah yang akan kita perbanyak jumlah trayeknya pada mudik lebaran tahun ini," katanya di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 19 April 2018.

    Mengenai berapa persen kenaikan dari keputusan penambahan rute mudik 2018 ini, pihaknya memprediksi bisa mengalami kenaikan 10 hingga 12 persen jumlah penumpang. "Makanya kami melakukan penambahan di beberapa rute yang memang selama ini kita prediksi mengalami peningkatan," katanya.

    Untuk prediksi puncak arus mudik tahun ini, dirinya tetap memperkirakan akan terjadi lonjakan yang signifikan mulai dari H+4. Pelni juga telah menyiapkan kapal-kapal di setiap wilayah pelayaran di tanah air. "Jadi kita lihat mudik (Lebaran 2018) ini akan berlanjut selama kurang lebih 10 hari dan itu sudah kita antisipasi," ungkapnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.