Pemerintah Coret 14 Proyek Strategis, dari MRT Sampai Jalan Tol

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pembangunan proyek LRT saat pemerintah menginstruksikan pemberhentian sementara proyek infrastruktur layang, di Jalan Rasuna Said, Jakarta, 21 Februari 2018. Penghentian sementara semua proyek jalan layang itu terkait kecelakaan konstruksi yang terjadi di proyek Tol Becakayu. TEMPO/Amston Probel

    Suasana pembangunan proyek LRT saat pemerintah menginstruksikan pemberhentian sementara proyek infrastruktur layang, di Jalan Rasuna Said, Jakarta, 21 Februari 2018. Penghentian sementara semua proyek jalan layang itu terkait kecelakaan konstruksi yang terjadi di proyek Tol Becakayu. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah telah mengeluarkan 14 proyek dari proyek strategis nasional (PSN). Alasannya, kegiatan konstruksi tidak dapat dimulai paling lambat pada kuartal ketiga 2019. Selain itu, ada satu proyek yang ditambah dan satu program pemerataan ekonomi.

    Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, Kementerian Koordinator Perekonomian, Wahyu Utomo, mengatakan proyek tersebut tetap masuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). “Kalau pun tidak dapat PSN, pemerintah tetap komitmen (menyelesaikan proyek),” tuturnya di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Kamis, 19 April 2019.

    Wahyu membantah dikeluarkannya 14 proyek itu dari PSN karena pemerintah tidak mau terlilit utang, yang disebabkan mandeknya 14 proyek tersebut. “Itu enggak ada kaitannya, pembiayaan besar dari swasta,” katanya.

    Ke-14 proyek yang dikeluarkan itu antara lain jalan tol Waru-Wonokromo-Tanjung Perak (18,2 kilometer) serta jalan tol Sukabumi-Ciranjang-Padalarang (61 kilometer). Wahyu menjelaskan, proyek jalan tol Waru terhambat karena adanya keinginan dari pemerintah daerah Jawa Timur untuk tidak membangunnya.

    Baca jugaJokowi Coret 14 Proyek Strategis Nasional dari Daftar

    Kemudian kawasan ekonomi khusus di Merauke, Papua. Wahyu menerangkan, proyek tersebut masih butuh kajian. Sebab, kata dia, masih ada beberapa isu terkait dengan lahan. “Tentu saja ini masih bisa didorong untuk masuk PSN lagi,” ucapnya.

    Proyek mass rapid transit (MRT) Jakarta koridor east-west juga termasuk proyek yang dikeluarkan dari PSN. Wahyu menuturkan proyek tersebut juga masih dalam kajian dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Atas hal tersebut, Wahyu berujar proyek itu akan tetap dibangun, tapi belum bisa dilakukan pembangunan fisiknya.

    Selain itu, ada beberapa proyek kereta api yang termasuk 14 proyek strategis yang dikeluarkan, antara lain Kertapati-Simpang-Tanjung Api-api di Sumatera Selatan serta kereta api Muara Enim di Bengkulu. Kemudian kereta api Tanjung Enim-Tanjung Api-api di Sumatera Selatan, kereta api Jambi-Pekanbaru, serta Jambi-Palembang.

    Pembangunan rel kereta api di Kalimantan Timur juga termasuk 14 proyek yang dikeluarkan dari PSN. Selain itu, Bandar Udara Sebatik di Kalimantan Timur, sistem penyediaan air minum di Sumatera Utara, Bendungan Telaga Waja di Bali, serta Bendungan Pelosika di Sulawesi Tenggara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.